Universitas Gorontalo

Sosialisasi di Kampus UG, Benny Ramdani : Kerja di Luar Negeri, Peluang Seluruh Masyarakat

150
×

Sosialisasi di Kampus UG, Benny Ramdani : Kerja di Luar Negeri, Peluang Seluruh Masyarakat

Sebarkan artikel ini

KAMPUS (RAGORO) – Badan Perlindungan Pekerja Imigran Indonesia (BP2MI), Senin kemarin (24/1), menggelar
Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri di Universitas Gorontalo (UG). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan BP2MI, Benny Ramdani. Melalui sosialisasi ini, Benny menargetkan untuk fokus membasmi para mafia imigran Indonesia yang di nilai tidak berperikemanusiaan karena memperdagangkan manusia.

“Selama ini ketika kita mendengar nama TKI (Tenaga Kerja Indonesia), gambaran yang muncul adalah gambaran yang tidak baik, padahal sesungguhnya TKI atau sekarang yang di kenal PMI (Pekerja Migran Indonesia) merupakan pahlawan untuk keluarga dan negara, karena PMI merupakan pemasok utama terbesar selain migas di negara ini,” ungkap Benny Ramdani, dikutip dari Relatif.Id.

Menurutnya, sosialisasi ini dilaksanakan untuk merubah maindset masyarakat terhadap TKI atau sekarang yang dikenal dengan istilah PMI. “Yang di lihat di media sosial dan lainnya, seperti peristiwa-peristiwa kekerasan fisik, kekerasan sex, gaji yang tidak di bayar, itu justru dialami para pekerja yang diberangkatkan secara tidak resmi,” tukasnya.

“Sementara mereka yang resmi tidak pernah dipulish. Mereka justru bisa membawa tabungan hasil kerjanya selama 2-3 tahun dan kemudian itu bisa menjadi modal ekonomi di negara kita. Banyak dari mereka yang sukses justru tidak terekspos,” lanjut Benny.

Baginya, PMI ini harus diyakini sebagai salah satu pahlawan devisa penyumbang 159,6 triliun kepada negara, harusnya bangga jadi anak PMI. “PMI ini adalah orang-orang terhormat, orang-orang yang memiliki jasa kepada negara, sehingga banyak yang sukses. Jadi selagi mereka berangkat secara resmi, negara menjamin mereka jauh dari peristiwa-peristiwa yang dibicarakan oleh media,” terang Benny.

“Negara-negara penempatan, seperti Jepang, Korea, Hongkong, Singapura, Taiwan, kemudian negara-negara di Timur Tengah dan juga negara kawasan Eropa dan Amerika, ini gajinya sangat tinggi dan negara-negara itu memberikan perlindungan, undang-undang yang sangat kuat terhadap tenaga kerja asing,” paparnya.

Disituasi yang sudah dua (2) tahun terkena pandemi ini, kata Benny, angka pengangguran justru bertahan tinggi, kemudian juga angkatan kerja yang masih besar hingga hari ini, sehingga peluang kerja keluar negeri itu solusi sebenarnya dan jadikan sebagai kesempatan untuk menempatkan anak-anak muda yang memiliki keahlian keterampilan di sektor pekerjaan yang mereka miliki dengan kemampuan berbahasa asing melalui pelatihan.

“Meraka akan menjadi orang yang terampil di bidangnya, karena memang mengikuti pelatihan, memahami dari budaya-budaya setempat. Mereka akan respect pada bidangnya untuk menentukan berapa besar gaji mereka sendiri,” katanya.

Untuk pelatihan masyarakat tidak akan di mintai biaya, karena pemerintah akan menanggung semua biaya, mulai dari keberangkatkan. Uang ini kemudian akan ditukar secara cicil apabila pekerja sudah mendapatkan gaji. “Peluang ini apabila tidak ditangkap sayang, sehingga kami perlu lakukan sosialisasi. Peluang ini tidak memiliki kuota, silahkan sebanyak-banyaknya masyarakat bisa memanfaatkanya,” pungkas Benny. (rg-63/Relatif.Id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *