Opening

Prof Dr Rauf Hatu : Partai Besar, Ujiannya Besar, Peluang Menang Besar

571
×

Prof Dr Rauf Hatu : Partai Besar, Ujiannya Besar, Peluang Menang Besar

Sebarkan artikel ini
Prof Dr Rauf A Hatu

‘ Semakin besar sebuah partai, dan makin banyak SDM hebat didalamnya maka dinamika dan suhu persainganya jelas akan tinggi. Tapi SDM hebat, bukan jaminan kemampuan “emosional’ terkendali. Ketika persaingan menimbulkan suhu tingi, perasaan emosi, terkadang melupakan akal sehat demi ambisi menang (pribadi) di level diinternal. Kondisi ini dialami seluruh caleg dan parpol di Indonesia, bukan saja di Gorontalo,” kata Prof Dr Rauf A Hatu

Laporan/Editor : : Sahril Rasid

GORONTALO (RG-COM) Akademisi UNG Prof Dr Rauf A Hatu mengatakan partai politik (Parpol) harulah hati hati dalam memenej organisasi partai politik.

Karena aura Pemilu 2024 ini berbeda dengan Pemilu pemilu tahun tahun kemarin.

Pemilu 2024 memaksa setiap caleg, calon kepala daerah, baik calon bupati, gubernur, itu harus memiliki analisa personal, soal kapasitas diri dan peluang menang.

Hasil Pileg 2024 itu terkait erat dengan Pilkada, dan pilpres, dan itu berkesinabungan dalam waktu pendek.

Di sadari atau tidak oleh pengurus parpol dan caleg Pemilu 2024 memaksa gaya berpolitik berubah.

Selain tekanan politik makin tinggi. Kepentingan dan beban kini ditanggung secara pribadi oleh caleg atau calon yang akan maju di pileg atau pilkada.

Sehingga itu setiap pengurus partai dan caleg juga harus sama sama menjaga marwah partai. Sebisa mungkin tidak ada konflik apapun diinternal.

Disini diuji kesetian, loyalitas pengurus partai dan caleg. Ketidakpuasan harus selalu dibicarakan secara internal tanpa harus dibawah keluar..

Apa yang terjadi di PPP baru sebatas dinamika ‘kecil”.

Apa yang terucap dari Ketua DPW PPP Nelson dalam sebuah rapat, itu merupakan tekanan politik internal yang sudah puncaknya.

Bisa saja pernyataan ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo Nelson Pomalingo sebagai habisnya batas kesabaran. Ketika ruang diskusi, komunikasi, pendekatan pribadi, dan sebagainya ternyata tidak lagi memberikan solusi.

Tapi yang terjadi adalah pemaksaan kehendak kepada seorang ketua.

“ Padahal dalam berpartai segala tugas dan tupoksi itu terbagi,’ tegas Prof Rauf Hattu.

Dan ditegaskannya, apa yagn terjadi di PPP itu terjadi di setiap partai, hanya saja dipartai lain asapnya tidak keluar sekalipun ada apinya.

“ Ini sebuah fakta kalau pemilu tahun 2024 berubah total. Ada kebiasaan dipemilu sebelumnya pemimpin parpol harus mengurus (subsidi) sampai se kecil kecil kebutuhan caleg.

Pemilu tahun ini berbeda. Setiap caleg harus mempersiapkan sendiri kesiapannya untuk bertarung di Pileg.

“ Ya Coast politik, personal branding, dan komunikasi ke masyarakat haruslah caleg itu sendiri,” tegas Rauf Hatu.

Ketergantungan kepartai adalah sisi administrasi, no urut, dapil. Tapi diera suara terbanyak kan no urut itu kan sekedar symbol

Menjadi pertanyaan, mampukah setiap caleg meraih suara maksimal 1 buah kursi.

Terkait dengan persoalan ditubuh PPP. Prof Dr Rauf Hatu berkesimpulan agar seluruh jajaran PPP segera mencari solusi.

“ Saya istilahkan ini baru ‘api kecil” dihasilkan dari sebuah gesekan internal. Proses tabayun duduk bersama bisa menyejukan sesame kader PPP,’ katanya.

Hanya saja tentunya dalam tabayun tersebut butuh sikap sikap tegas yang harus dilakukan partai. Untuk menjaga marwah partai.

“ Jangan hanya ulah satu dua kader yang bandel, atau terkontaminasi lalu sebuah partai rusak,’ kata Prof Rauf.

Kondisi ini harus secepatnya diselesaikan. Setelah itu PPP sendiri harus segera memberi penjelasan ke public secara jelas dan terang. Apa sebenarnya yang terjadi di PPP itu sendiri.*****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *