Sianida Filipina Diselundupkan ke Gorontalo, Siapa Aktornya?

61
ADV
10

GORONTALO (RGNEWS.COM) – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Gorontalo membongkar penyelundupan bahan berbahaya jenis sianida yang diduga berasal dari Filipina melalui jalur laut di wilayah Gorontalo Utara.

Pengungkapan terjadi pada Kamis, 23 April 2026 sekitar pukul 01.40 WITA. Tim Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditpolairud bersama intelijen dan Bea Cukai Gorontalo bergerak setelah menerima laporan masyarakat tentang aktivitas kapal mencurigakan.

Petugas menemukan satu kapal tanpa nama di Desa Tolitehuyu, Kecamatan Monano. Saat diperiksa, kapal tersebut diawaki empat orang, terdiri dari satu warga negara Indonesia sebagai nahkoda dan tiga warga negara asing asal Filipina.

Dari hasil penggeledahan, petugas menyita 77 karung berisi butiran putih yang diduga sianida, masing-masing seberat sekitar 50 kilogram.

Seluruh muatan tidak dilengkapi dokumen resmi. Selain itu, aparat juga mengamankan tiga unit kendaraan roda empat yang diduga akan digunakan untuk mengangkut barang tersebut dari lokasi pendaratan.

Seluruh pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolda Gorontalo untuk penyidikan. Hasil uji laboratorium memastikan zat tersebut positif mengandung sianida.

Direktur Polairud Polda Gorontalo, Kombes Pol. Devy Firmansyah, mengatakan pihaknya masih mendalami aktor utama di balik penyelundupan tersebut.

Dugaan sementara, para pelaku yang ditangkap berperan sebagai kurir dalam jaringan lintas negara.

“Masih kami kembangkan. Ada indikasi jaringan terorganisir yang melibatkan lebih dari satu pihak, termasuk kemungkinan penerima barang di dalam negeri,” ujar Devy dalam konferensi pers, baru-baru ini.

Menurut dia, penyidik tengah menelusuri jalur distribusi serta pihak yang memesan dan akan menggunakan bahan berbahaya tersebut.

Polisi juga membuka kemungkinan adanya keterkaitan dengan aktivitas ilegal seperti pertambangan tanpa izin yang kerap menggunakan sianida.

Polda Gorontalo menyatakan akan memperketat pengawasan di jalur laut sekaligus memburu aktor intelektual di balik penyelundupan ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *