GORONTALO (RAGORO) – Nasib Hamka Hendra Noer sebagai Penjagub akan ditentukan pada 2023, sebab jika gagal menurunkan kemiskinan, maka masa jabatannya tidak harus sampai 2024.
Dari hasil bincang-bincang dengan sejumlah Aleg Deprov kemarin, ada semacam keraguan mereka terhadap kemampuan Hendra memimpin Pemprov. Namun begitu mereka memaklumi karena Hendra memang tidak cukup berpengalaman dan dia bukan dari Kemendagri.
Mereka mengingatkan untuk apa program-progam yang aduhai tetapi tidak bisa diterapkan, ini yang harus dihindari. Sementara itu sejumlah kalangan meminta Penjagub tidak menerapkan aturan yang begitu kaku bagi rakyat yang mau menemuinya.
Bayangkan untuk bertemu Penjagub harus ada janji lebih dulu, konon untuk membuat janji arus lewat surat. Hamka Gendra Noer memang seorang birokrat, tetapi Penjagub ketiga ini, punya latar belakang sebagai aktivis dan dia juga adalah kader KNPI di era Orde Baru, kemudian bekerja pada dua Menteri yang sama-sama politisi, yakni Adhyaksa Dault dan Zainudin Amali, karena itu tak mungkin kalau dia menerapkan birokrasi yang dinilai begitu kaku.
Tentu saja ini diluar kebiasaan selama ini. Sejak Fadel Muhammad sampai Rusli Habibie, rakyat Gorontalo tidak sulit untuk bertemu Gubernur. Di era Rusli kalau sudah di kantor atau di Rudis pasti akan bertemu bahkan di meja makan pun dengan senang hati mau menerima tamu.
Bahkan di era Penjagub Tursandi Alwi dan Prof. Zudan Arif Fakrulloh, rakyat tak pernah mengeluh karena sulit untuk menemuinya. Banyak kalangan mempertanyakan apakah itu memang perintah Penjagub atau karena aturan yang dibuat oleh para stafnya.
Selain soal itu, rakyat juga mulai mempertanyakan kenapa Pemprov tidak pernah lagi menggelar kegiatan pasar murah dan kegiatan sosial yang kerap dilakukan Gubernur Rusli dulu. Penjagub juga diingatkan soal masa jabatannya yang setahun ini jangan hanya terbuang begitu saja.
Sementara itu, La Ode Haimudin ketika berbincang-bincang mengatakan kalau Hamka Hendra Noer belum 100 hari menjabat sebagai Penjagub, karena itu belum bisa diukur kinerjanya, apalagi Penjagub tinggal menjalankan progam dari pemerintahan lama. “nanti kita lihat pada 2023,” katanya.
Sekarang ini kata La Ode, Hendra Noer masih beradaptasi dengan jajaran Pemprov dan juga dengan Deprov sebagai mitra kerja. Ditanya pandangannya soal Penjagub? La Ode tertawa. “secara akademis memang ok, tetapi untuk memimpin sebuah pemerintahan memang tak mudah,” katanya. (LaAwal-46)











