JAKARTA (RGNEWS.COM) – Publik Tanah Air dihebohkan dengan insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025) siang.
Polisi kini tengah mendalami motif pelaku yang diduga merupakan korban perundungan di sekolah tersebut.
Informasi dari sejumlah saksi menyebutkan, ada tiga jenis bom ditemukan di lokasi kejadian, dua di antaranya meledak.
Salah satu siswi kelas XI, Sela, mengungkapkan, bahan peledak itu dibawa oleh seorang siswa yang disebut sering menjadi korban bullying.
“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan mungkin berniat bunuh diri,” kata Sela.
Keterangan serupa juga disampaikan siswa lain berinisial Z, yang mengenal pelaku berinisial MNFH alias F, siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta.
“Pelaku sering menyendiri sejak dirinya kelas 11,” ungkap Z.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengonfirmasi, pelaku berusia 17 tahun dan saat ini masih menjalani operasi akibat luka yang diderita dalam ledakan tersebut.
“Saya mendapatkan informasi masih dioperasi, masih dioperasi. (Berusia) 17 tahun,” ujar Dasco di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan, jumlah korban hingga kini tercatat 54 siswa. Sebanyak 27 siswa dirawat di RS Islam Jakarta, 6 di RS Yarsi, dan 21 orang sudah diperbolehkan pulang.
“Kepolisian sudah mengendalikan situasi. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas Budi.
Polda Metro Jaya juga mendirikan Posko Pelayanan untuk mendata korban, memberikan pendampingan trauma, serta memulihkan kondisi psikologis siswa dan keluarga. (*)











