GORONTALO (RAGORO) – Rusli bisa saja mendampingi Marten, Syarief, atau Nelson Pomalingo. Skema ini bisa saja terjadi di Pilgub nanti kalau itu untuk meraih kemenangan. Lagi pula hal ini dibolehkan oleh aturan meski dari segi etika memang kurang pantas. Tetapi sekali lagi dalam politik tak ada yang tak mungkin kalau itu sudah menyangkut strategi memenangkan pertarungan. Nah, kalau itu terjadi, bagi Golkar tak ada masalah, karena Golkar tetap punya andalan di Pileg khususnya untuk DPR RI. Dengan alasan itulah, maka komposisi ini tidak membuat rakyat mencap kalau Rusli tetap ingin berkuasa. Memang Golkar memasang Idah Syahidah yang dipersiapkan untuk Cagub dan Rusli di DPR RI. Nah dengan adanya Koalisi Indonesia Bersatu, maka duet Idah – Nelson, atau Nelson – Marten akan semakin cair, demikian pula dengan Syarief – Nelson. Atau itu tadi, kalau KIB mau gila-gilaan pada Pilkada nanti. Misalnya RH maju sebagai Cawagub, demikian juga di Pilwako, misalnya Ryan – Marten kemudian di Kabgor Hendra – Nelson dan di Bonebol Merlan – Hamim. Thomas Moopili yang biasanya lantang mengomentari berbagai isu politik, kali ini nampaknya politisi Golkar itu agak keder, dia sama sekali tidak mau berkomentar. Sementara itu, Rivai Bukusu mengatakan hal itu tak tabuh untuk dibicarakan karena ada beberapa daerah yang sudah melakukannya, antara lain Surabaya, dimana mantan Walikota maju menjadi Calon Wakil Walikota mendampingi Risma di Pilwako Surabaya. Menurut politisi PPP itu, semua tergantung permintaan rakyat, kalau surveynya ternyata bagus, kenapa tidak. (LaAwal-46)
2024.Rusli Habibie Digadang Calon Wakil Gubernur
10











