Editor : Sahril Rasid
GORONTALO (RGNEWS)—20 Tahun meniadi anggota DPRD, mestinya memiliki harta yang berlimpah, minimal miliki isi rekening yang cukup.
Tapi tidak demikian dengan Adnan Entengo.
Ketua PKS Provinsi Gorontalo ini direkeningnya hanya tidak lebih 200 ribu saat diminta melaporkan harta kekayaannya ke LHKPN untuk kepentingan dirinya maju sebagai wakil bupati Kabupaten Gorontalo, mendampingi Rony Sampir sebagai calon bupati.
Benarkah Adnan Entengor tidak punya uang di rekening ? dan harta lainya ?
“ Kalau rumah ada,1. Mobil ada 1, tapi itu mobil partai, bukan milik saya. Sepeda motor 1, itupun bukan atas nama saya atas nama istri,’ ya memang begitu adanya,” ujar Adnan Entengo dengan nada polos tanpa beban ketika diwawancarai RGNEWS.COM ketika dikonfirmasi kas setara kasnya hanya Rp 156,860 di data LHKPN yang dipublis KIPP Gorontalo.
“ Terkait dengan kas-setara kas yang hanya 156,860 ribu rupiah yang terlapor di LHKPN memang nyatanya demikian. Saat dimintai keterangan uang saya di rekening memang hanya sekian, mau gimana lagi,” ujar Adnan dengan santai dari balik selularnya .
Bukankah Pak Adna Entengo 20 tahun aleg DPRD, ada gaji, tunjangan, dsb, kemana semua uang diperoleh ? tanya wartawan RGNEWS.COM Sahril Rasid.
“ Benar itu saya terimah, tapi saya benar tidak mengumpulkan harta, semuanya saya gunakan membiayai program kemasyarakatan, janji janji kampannye saya, dan ke partai, “ kata Adnan Entengo yang baru saja usai melaksanakan shalat zuhur saat diwawancarai.
“ Bagi saya, ketika keluarga saya cukup kebutuhannya, makan, anak sekolah saya kira selebihnya untuk masyarakat, dan itu sejak saya berkecimpung di dunia politik dan duduk di DPRD,’ ujar Adnan pendek.
Jujur saya agak keberatan mengungkap ini karena ini murni kegiatan pribadi saya di masyarakat.
Tapi ketika didesak oleh wartawan terkait data kekayaannya sudah dipublik tentu agak kontradiksi dengan aleg yang 20 tahun di DPRD.
Mendapat desakan pertanyaan seperti ini. Adhan Entengo dengan berat hati merinci secara ringkas kemana gaji dan tunjangannya selama di DPRD.
“ Selain ke partai, saya membiayai UMKM, dan program program pribadi di masyarakat,setiap bulan sudah secara otomatis tersalurkan, jadi wajar jika diakhir bulan direkening saya memang tersisa segitu,’ kata Adnan dengan suara meyakinkan dari balik selularnya.
Disentil apa keluarga tidak menuntut lebih ? “ Insya allah tidak, yang penting mereka cukup makan, dan kebutuhan pendidikan cukup, “ katanya lagi.
Tidak ada keluhan dari keluarga, anak istri “ Insya allah tidak” kata Adnan pendek lagi. Bagaimana Jika tidak terpilih dan tidak menjadi apa apa, pensiun tanpa simpanan, tidak kuatir ?
Mendapat pertanyaan ini Adhan dengan santai mengaku tidak kuatir.
‘ Bukankah Allah telah menetapkan rejeki setiap manusia, termasuks aya, jadi saya tidak kuatir tidak mendapat jabatan ataupun harta. Sekali lagi saya benar tidak mengumpulkan harta,” Adnan.
“ segitu dulu ya, maafkan jika ada kata kurang mengenakan, asalamulaikum wb’ Adnan menutup pembicaraan dengan wartawan dengan ucapan salam. *****











