RG Minta MT Hijrah

461
ADV
10
WAKIL Ketua DPR RI, Rachmat Gobel bersama Walikota Gorontalo, Marten Taha. (foto/istimewa)

GORONTALO (RAGORO) – Rachmat Gobel sepertinya sudah menemukan sosok yang bisa dipercaya untuk membangun Gorontalo jauh lebih baik, mampu membawa Gorontalo keluar dari zona miskin.

Jika Achmad Ali bisa menjadikan Rusdi Mastura menjadi Gubernur Sulteng, mengapa Rachmat tidak bisa menjadikan Marten Taha jadi Gubernur.

Marten dan Cudi sama-sama kader Golkar, sama-sama pernah jadi Walikota 2 periode.

Tinggal tergantung Marten, apakah mau menerima ajakan Rachmat Gobel untuk hijrah dari Golkar ke Nasdem, seperti Rusdi Mastura yang hijrah ke Nasdem.

Sebenarnya kalau Achmad Ali mau jadi Gubernur, sangat mudah bagi Ketua Harian DPP Nasdem ini, semudah membalikan telapak tangan. Tetapi dia lebih memilih memasang Rusdi dan dia sendiri bertahan di DPR RI.

Demikian pula halnya dengan Rachmat Gobel akan seperti membalikan telapak tangan jika dia mau jadi Gubernur. Sebaliknya siapa yang didukung RG  peluang menangnya sangatlah besar, apalagi kalau Marten yang dipasang.

Cerita tentang hijrah ini muncul dalam pertemuan antara Marten Taha sebagai Walikota Gorontalo dengan Rachmat Gobel untuk menindak lanjuti program yang digagas Pemkot dengan Yayasan RG terkait renovasi dan pengelolaan Masjid Agung Baiturrahim, Rumah Adat Dulohupa, juga Gedung Olahraga Nani Wartabone dan Gedung KONI.

Pada kesempatan itu, Rachmat memberikan pujian pada Marten yang menurut dia sebagai pemimpin, Marten memiliki keinginan besar bersinergi dalam pembangunan Kota Gorontalo tanpa melihat kepentingan politik.

“jika semua kepala daerah seperti pak Marten, tak berat bagi saya menjadikan Gorontalo sejahtera,” tukas RG sambil tertawa lebar.

Bag gayung bersambut, mendengar itu, dengan berkelakar, Marten mengatakan kalau dia yang jadi Gubernur, maka harapan RG akan terwujud.

“kalau Kakak Rachmat tidak maju, maka jadikan saya Gubernur, insyaAllah saya amanah seperti apa yang menjadi  harapan Kakak RG,” kilahnya.

Mendengar itu, Rachmat tersenyum lalu dengan lirih  mengatakan syaratnya adalah hijrah. “ok, tetapi hijrah dulu,” kata Rachmat yang disambut gerrrrr…! semua yang hadir. (awal-46)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *