GORONTALO (RAGORO)—Pemilihan Rektor Universitas Gorontalo (UG), menyedot perhatian. Bukan saja kalangan akademisi di jajaran UG, tapi kalangan akademisi se Gorontalo. 5 Juli besok, akan menjadi hari penentu, siapa dari 5 calon rector UG akan terpilih menjadi rector UG periode 2022-2026 akan datang.
Ke 5 Kandidat calon Rector Universitas Gorontalo (UG), adalah DR Drs EC H Ilyas Lamuda, MM., DR Drs Dikson Junus, MPA, Prof DR Hj Maimoon Ibrahim SE, MM. DR Sofyan Abdullah SP.MP, Dan DR Ramdhan Kasim SH. MH.
Ketua panitia Pemilihan Rektor Universitas Gorontalo Dian Puspaningrum mengakui. Pemilihan rektor kali terbilang ketat. Pasalnya para calon rektor merupakan yang memiliki dedikasi yang tinggi dalam keilmuan masing masing, serta memiliki loyalitas tinggi dalam mengembangkan dan memajukan program pendidikan di Universitas Gorontalo.
“ Kalau soal kriteria dan syarat. Itu tidak menjadi masalah bagi ke 5 kandidat rector. Mereka memiliki reputasi dan dedikasi yang tidak diragukan dalam keilmuan dan dunia pendidikan. Mereka orang orang yang penuh totalitas mendedikasikan kehidupan mereka dalam dunia pendidikan, siapa yang terpilih nanti, ya kita nantikan saja,’ ujar Dian Puspaningrum dengan senyum khasnya.
Disentil sejauh mana pengaruh ke 5 kandidat ini diinternal senat dan yayasan ? Dian Puspaningrum yang sehari hari wakil rector tersebut mengaku tidak tau. “ Saya tidak tau. Yang pasti kelima kandidat ini terbilang senior di UG, pasti mereka punya pengaruh. Sejauh mana pengaruh mereka, ya saya tidak tau,” ujar Dian sambil tersenyum lepas.
Apakah ada intrik politik, menjanjikan jabatan atau politik uang ? “ Saya kira jauhlah. Pemilihan rector tentunya persoalan harga diri dan dedikasi,’ tegas Dian. Persoalan intrik politik dengan pendekatan akademisi, wajar. Tapi kalau intrik politik dengan cara janji dan money politik rasanya tidak akan mungkin terjadI, saya yakin mereka tidak mengutamakan jabatan, dengan menghalalkan segala cara. Tapi lebih kepada dedikasi mereka terhadap dunia pendidikan.
Pernyataan serupa juga ditanyakan ke Pembina Yayasan YDLP Rustam Akilie. “ mereka calon rector. Yang secara keilmuan tidak menjadikan jabatan sebagai tempat mencari kekuasaan. Saya yakin, mereka mencalonkan menjadi rector, lebih kealasan konsep academisi. Mengembangkan kampus sebagai pusat pengembangan keilmuan,’ tegas Rustam Akilie.
“ sehingga itu dalam pemilihan rector ini. Yayasan yang memiliki hak suara, tidak berpihak. Netral, dalam konteks membagi suara rata ke seluruh calon. Selanjutnya tinggal senat universitas yang akan memilih,’ tegas Rustam Akilie.
Besok, Selasa 5 Juli, mereka akan mengikuti debat visi misi dihadapan senat dan yayasan serta mahasiswa. Siapa mereka yang terpilih ? hayo rame rame besok kita ikuti dan tunggu bersama, langsung dari kampus UG. (riel)











