Dr. Rifai : Satu-satunya di LLDikti Wilayah XVI
KAMPUS (RGNEWS.COM) – Universitas Gorontalo (UNIGO) resmi membuka Program Studi Strata 1 (S1) Teknik Pertambangan, berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 887/B/O/2025 tentang izin pembukaan Program Studi Teknik Pertambangan Program Sarjana pada Universitas Gorontalo.
Program studi baru ini diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a Gorontalo, dan menjadi jawaban atas kebutuhan sumber daya manusia di bidang pertambangan, khususnya di wilayah Gorontalo.
Penjabat Rektor UNIGO, Dr. Rifai Ali, S.KM., M.Kes., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas dibukanya prodi baru tersebut.
“Kehadiran Program Studi S1 Teknik Pertambangan merupakan tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di wilayah LLDIKTI XVI. Ini juga menjadi kebanggaan tersendiri karena UNIGO menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang memiliki prodi pertambangan di wilayah ini,” ujarnya.
Dr. Rifai menegaskan, pembukaan prodi ini bukan hanya untuk mencetak tenaga ahli yang kompeten di bidang pertambangan, tetapi juga menjadi wujud kontribusi nyata UNIGO dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional secara berkelanjutan.
“Mahasiswa akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang tidak hanya berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga aspek keselamatan kerja, kelestarian lingkungan, dan tanggung jawab sosial,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, baik dari internal universitas, LLDIKTI, maupun mitra eksternal, yang telah mendukung hingga program studi ini resmi dibuka.
“Harapan kami, Prodi Teknik Pertambangan UNIGO akan menjadi pusat unggulan pendidikan dan riset di bidang pertambangan yang berwawasan lingkungan, serta menjadi motor penggerak kemajuan daerah dan bangsa,” tutupnya.
Dengan semangat “Membangun Daerah, Mencerdaskan Bangsa,” UNIGO berkomitmen menjadikan pembukaan Program Studi Teknik Pertambangan sebagai langkah strategis menuju masa depan pendidikan tinggi yang lebih gemilang bagi Gorontalo dan Indonesia. (*)











