Unigo-Dinkes P2KB Gorontalo Integrasikan Dua Layanan Digital

23
ADV
10

Perkuat Pemantauan Status Gizi Remaja dan Intervensi Kesehatan Berbasis Data

KAMPUS (RGNEWS.COM) – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo (FKM Unigo) bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo mengintegrasikan dua aplikasi pemantauan gizi remaja, SINTESA dan SIMAGIS.

Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Rabu (22/04/2026).

Integrasi dua platform itu diarahkan memperkuat pemantauan status gizi remaja dan intervensi kesehatan berbasis data.

Aplikasi SINTESA yang dikembangkan FKM Unigo untuk digunakan di sekolah menengah akan terhubung dengan SIMAGIS milik Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo guna memperluas cakupan data dan efektivitas penanganan gizi remaja.

Wakil Rektor II Universitas Gorontalo Dr. Moh. Afan Suyanto, SE.,MM menyebut kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis menghadirkan solusi kesehatan remaja berbasis teknologi.

“Integrasi SINTESA dan SIMAGIS diharapkan memperkuat pemantauan dan intervensi gizi remaja secara lebih efektif dan tepat sasaran,” kata Afan.

Dekan FKM Universitas Gorontalo Dr. Rahmawati, S.KM.,M.Kes mengatakan integrasi dua aplikasi menjadi bagian dari penguatan inovasi akademik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurut dia, kolaborasi itu juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam implementasi teknologi kesehatan di lapangan.

“Ini bukan hanya pengembangan sistem informasi, tetapi juga penguatan peran kampus dalam mendukung solusi kesehatan berbasis riset dan inovasi,” ujar Rahmawati.

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo dr. Anang Otoluwa menilai integrasi data melalui dua aplikasi tersebut dapat mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat pemetaan persoalan gizi remaja dan mempercepat intervensi program.

Menurut dia, sinergi dengan perguruan tinggi penting untuk mendorong pengembangan layanan kesehatan berbasis digital yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Melalui integrasi SINTESA dan SIMAGIS, kedua pihak berharap sistem pemantauan kesehatan remaja dapat berjalan lebih terpadu sekaligus menjadi model kolaborasi pengembangan inovasi kesehatan antara kampus dan pemerintah daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *