Peletakan Batu Pertama Gedung Kuliah Unik

658
ADV
10
RANGKAIAN kegiatan peletakkan batu pertama pembangunan gedung kuliah Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO).

KAMPUS (RAGORO) – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Jum’at kemarin (11/2) menggelar peletakan batu pertama pembangunan gedung kuliah yang unik. Gedung kuliah ini akan menjadi ikon di Gunung Hunthulobohu Pentadio Timur, Kabupaten Gorontalo (Kabgor).

Mengawali sambutan, Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong menyampaikan, bahwa kompetisi dalam dunia pendidikan yang begitu ketat, membuat seluruh perguruan tinggi untuk selalu berbenah. Dia menjelaskan, ada empat (4) strategi yang harus diketahui dalam berkompetisi. Pertama, jadilah sesuatu yang unik. “Alhamdulillah, gedung lantai 3 UMGO yang akan dibangun ini adalah gedung unik, karena akan menghubungkan gedung rektorat dan gedung lantai 5. Gedung ini akan mengikuti struktur gunung, jadi semua bangunan tersambung dengan jembatan,” ungkapnya.

Kedua, menangkan kualitas. Dengan sistem berasrama, kata rektor, adalah cara unik untuk meningkatkan kualitas. Orang tua yang sibuk bekerja akan menitipkan anaknya kuliah di UMGO karena merasa aman, serta budaya mutu dosen dan tenaga kependidikan yang terus ditingkatkan.

Ketiga, memperkuat silaturrahim, sebab dengan silaturrahim memudahkan urusan dan reski. Dan keempat, menguasai IT dan media sosial. “Ini penting agar kampus mampu berkompetisi dan mudah dikenal masyarakat dan calon mahasiswa baru,” terang rektor.

Dalam sambutannya, Kadim juga mengungkapkan beratnya menjadi pimpinan di perguruan tinggi swasta (PTS) dibandingkan perguruan tinggi negeri (PTN). Menjadi rektor di PTS itu, kata Kadim, beratnya dua kali lipat dibanding PTN. Pertama, harus mencari mahasiswa sendiri. Kedua, mencari uang untuk pembangunan sendiri. Dan ketiga, mencari uang untuk gaji dosen dan tenaga kependidikan sendiri.

“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika bukan kaum itu sendiri merubahnya, maka kampus UMGO tidak akan berubah jika bukan kita yang merubahnya. Insya Allah, tahun ajaran baru 2022/2023, semester depan gedung ini bisa dipakai,” paparnya.

Sementara itu, Ketua PWM Gorontalo, Dr. Sabara Karim Ngou dalam sambutannya menyampaikan, bahwa hari ini (kemarin_red) adalah sejarah baru untuk UMGO. Dengan adanya peletakan batu pertama, ini menjadi prestasi bagi rektor selama memimpin 1 tahun 2 bulan. Gedung ini juga akan menjadi kebanggaan Muhammadiyah, Pemerintah Daerah dan Masyarakat Gorontalo pada umumnya. “Ketika 2 gedung terbangun, maka 3 gedung yang tersambung akan menjadi daya tarik, dan saya yakin kedepan calon mahasiswa yang akan mencari UMGO,” tandasnya.

Terakhir, sambutan Sekda Kabupaten Gorontalo, Ir. Hj. Hadidjah Uthaib, MM yang menyampaikan permohonan maaf Bupati Nelson Pomalingo yang tidak bisa menghadiri undangan UMGO. Dia menyampaikan, bahwa dunia pendidikan selalu menjadi prioritas utama Pemda Gorontalo. “Perkembangan UMGO sangat luar biasa dan begitu pesat. Saya mengikuti perkembangannya sejak saya SD sampai SMA. Alhamdulillah, sekarang sudah mengabdi disini. Saya selalu memperhatikan kemajuan UMGO, mulai dari hanya memiliki 1 jurusan, yaitu kesehatan sampai sekarang sudah memiliki jumlah mahasiswa yang banyak dan jurusan prodi juga banyak,” ucapnya.

“Di malam hari gedung rektorat UMGO selalu menampakkan keindahannya. Itu kesan pertama, sebab orang itu biasanya melihat penampilan dulu baru melihat isi atau mutu. Saya kira UMGO sudah memiliki penampilan bagus dan mutu yang bagus,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama, dimulai dari Sekda Kabupaten Gorontalo Ir. Hj. Hadidjah Uthaib, MM, Ketua PWM, Gorontalo Dr. Sabara Karim Ngou, Ketua BPH UMGO, Drs. H.Yusnan J. Ekie, M.Pd, Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, Ketua IKA Alumni UMGO, H. Adnan Entengo, S. AP, M.Pd., Panitia Pembangunan, Perwakilan Bank Muamalat dan Perwakilan dari Mahasiswa UMGO. (rg-63/HMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *