Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Mulai ‘Gemar’ Bunuh Diri,  Kesehatan Mental Warga Gorontalo Mulai Dibahas

366
×

Mulai ‘Gemar’ Bunuh Diri,  Kesehatan Mental Warga Gorontalo Mulai Dibahas

Sebarkan artikel ini
Wakil Rektor II, Dr. Salahudin Pakaya
  • Editor : Sahril Rasid
  • Reporter : Ajir

GORONTALO (RG.COM ) Trend mengakhiri hidup  (bunuh diri) dengan cara mengantung dengan jeratan tali dileher,(Gantung diri) lagi trend di Gorontalo.

Dari Januari 2023 hampir setiap bulan korban bunuh diri di Gorontalo terjadi. Pemicu sikap mengkahiri hidup dengan cara nekat ini belum diketahui.

Berdasarkan sejumlah kejadian, kurang lebih 20 warga di Gorontalo di tahun 2023 ini nekat mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

Dugaan sementara, factor ekonomi hingga asmara yang dominan menjadi latar belakang aksi ‘hara-kiri’ bunuh diri.

Inipun menarik sejumlah kalangan. Termasuk kalangan kampus yang membahas masalah kesehatan mental masyarakat Gorontalo.

Seperti yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO).

 Menggelar focus group discussion (FGD) tentang kesehatan mental dan pencegahan tindakan bunuh diri bagi mahasiswa Keperawatan UMGO.

Forum Group Discussion yang mengusung tema “Pulih Dan Tumbuh Dari Luka” dan diikuti oleh 200 mahasiswa ini, berlangsung di Gedung Indoor David Bobihoe Akib, Kamis (13/07/2023).

Adapun yang menjadi narasumber ialah, Salahudin Liputo, M.Psi., Dr. H. Rulyjanto Podungge, Lc.,M.Hi., dan Ns. Firmawati, M.Kep.

Wakil Rektor II, Dr. Salahudin Pakaya menyampaikan pentingnya merawat kesehatan mental di tengah maraknya kasus bunuh diri yang menimpa Gorontalo belakangan ini.

“Kegiatan FGD ini merupakan representasi rasa empati, peduli dan solutif pengurus HMPS kepada seluruh mahasiswa khususnya mahasiswa keperawatan.

Kegiatan ini juga dalam rangka memberikan suatu pengetahuan kepada semua stakeholder terutama mahasiswa di UMGO terhadap fenomena yang marak terjadi di Gorontalo,” ujarnya.

Dr. Salahudin juga berterima kasih kepada narasumber yang hadir untuk memberikan ilmu dan sharing kepada mahasiswa ada dari prespektif psikologi, agama dan kesehatan. *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *