KABGOR – Hampir ada dua tahun terakhir, bangunan kantor lurah Bolihuangga nampak tak terurus. Bekas pekerjaan bangunan itu, puing-puingnya masih membekas dan nampak sudah mengering.
Baru ada rangka untuk atap, sedangkan ruang tengahnya masih kosong terbengkalai.
Bangunan itu terpaksa harus dihentikan pekerjaannya, akibat hantaman pandemi di 2020 kemarin. Konon katanya anggaran untuk pembangunannya terkena recofusing.
Alhasil, pemerintah kelurahan pun tak bisa berbuat apa apa. Lurah Bolihuangga Sudianto Usman pun tak bisa berbuat banyak.
Dirinya hanya cukup menjawab, jabatannya masih baru disini setelah terjadi pergantian (Mutasi) kemarin. ” Recofusing terjadi dimasa jabatan lurah sebelumnya. Saya masih baru,” ujarnya.
Namun Sudianto menjelaskan, terhentinya pekerjaan itu karena memang terjadi recofusing anggaran, pasca diawal Corona.
“Kita sekarang beraktifitas di aula kantor lurah,” ujarnya. Dari pantauan didalam aula, memang kondisi pegawai kelurahan bekerja dengan kondisi keterbatasan yang ada.
Terkadang cuaca didalamnya panas, apalagi pintu utama aula menghadap kearah matahari terbit. Maka tentu sedikit suasana tak nyaman ada disana.
Dengan hal ini, baik pemerintah kelurahan dan warga sangat meminta pemerintah daerah agar bisa memberikan perhatiannya disini. Agar aktivitas kelurahan bisa berjalan lebih maksimal dalam masa masa normal.(RG.53)











