Diperingatan Hari Ibu Ke-93, Pemkot Gorontalo Gelar Baksos, Bersih-Bersih Sungai

446
ADV
10
Marten A. Taha saat memberikan sambutan pada Bakti sosial bersih-bersih sungai, Selasa (21/12, Foto Hms).

PEMKOT (RAGORO)- Dimomentum Hari Ibu Ke-93 Kota Gorontalo kali ini, Pemerintah Kota Gorontalo melaksanakan berbagai kegiatan salah satunya adalah Bakti Sosial (Baksos) bersih-bersih bantaran sungai.

Kegiatan bakti sosial berupa bersih-bersih bantaran sungai, sekaligus pengukuhan srikandi sungai Indonesia Regional Sulawesi Periode 2021-2026 ini kata Walikota Gorontalo Marten A. Taha merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari ibu tingkat Kota Gorontalo yang telah di awali dengan kegiatan ziarah dan taburan bunga ditaman makan pahlawan (Pentadio Telaga) pada tanggal 17 desember 2021.

“Kegiatan bersih-bersih sungai kali ini mengambil tema ‘Sungaiku Bersih Kotaku Indah, “ujar Marten dalam sambutan, Selasa (21/12/21) kemarin. Lanjut, srikandi sungai indonesia Marten sampaikan, merupakan sebuah forum perempuan penggiat pengelolaan lingkungan yang dilakukan secara partisipatif, inovatif dan berkelanjutan.

Menurutnya, srikandi sungai pada hari ini adalah salah satu contoh nyata inisiatif warga untuk mendorong partisipasi aktif perempuan didalam restorasi daerah aliran sungai dan pemberdayaan masyarakat disekitar sungai untuk meningkatkan daya dukung dan berkelanjutan lingkungan, kualitas hidup penduduknya dan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

“Restorasi sungai, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak masyarakat sekitar sungai sangatlah penting. Pertama terkaut dengan layanan air dan sanitasi adalah kebutuhan dasar manusia di era modern. Apalagi masih ada rumah tangga yang belum memiliki akses air bersih dan sanitasi yang sehat.

Disini srikandi sungai Indonesia memiliki posisi strategis untuk mempercepat pengurustamaan gender di sektor lingkungan, “jelas Marten. Olehnya melalui srikandi sungai, para Ibu-Ibu bisa lebih peduli dengan kondisi lingkungan.

Terutama kata Marten, daerah aliran sungai ditempat tersebut. Menurutnya, masyarakat yang membuang sampah justru kebanyakan adalah Ibu-ibu. Olehnya itu, dibutuhkan kepedulian bersama dari masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah disepanjang daerah aliran sungai tersebut.

“Saya berharap, dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan hari ini agar di ikuti dengan sebaik baiknya, sehingga beroleh hasil sesuai yang diharapkan yang nantinya akan menjadi contoh bagi masyarakat umum lainnya, “tandas Marten.(lev).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *