DRPD Warning Semua Kerja PEN, Tak Segan Keluarkan Rekomendasikan ke Hukum Jika Tak Selesai

428
ADV
10
Beragam kegiatan DPRD kabupaten Gorontalo dalam implementasi sebagai wakil rakyat. (Foto:dok)

DEKAB – DPRD Kabupaten Gorontalo sangat memberikan perhatian serius bagi semua pelaksanaan PEN yang ada di wilayahnya.

Sebab kegiatan pembangunan PEN dengan sumber anggaran yang cukup besar itu, disinyalir beberapa diantaranya tidak akan mampu menyelesaikannya.

Pasalnya hingga memasuki bulan Desember pertengahan ini, beberapa laporan atau aspirasi yang masuk, ada diantaranya yang tak rampung.

Ketua komisi III DRPD Slaudari Kinga mengatakan, pihaknya sangat memberikan perhatian yang khusus di PEN ini.

” Banyak laporan ke kita di DPRD khususnya komisi III tentang pekerjaan PEN ini. Khusus yang diperkirakan tak rampung, itu aspirasinya sudah kami terima,” ujarnya.

Dilain pihak pula, DPRD dalam fungsi pengawasannya harus memberikan warning keras kepada pihak pemerintah dan lebih khusus kepada penyedia jasa atau kontraktor didalam menyelesaikan semua kerja mereka dalam pembangunan PEN ini.

Sikap serius DPRD pun Kata Aya Kinga, sapaan akrabnya tentu akan ada dalam pengawasan PEN tersebut.

” Ya, kami tentu tak akan segan-segan bakal memberikan rekomendasi kepihak lembaga penegak hukum jika saja ada yang tidak rampung, ” ujarnya.

Kekhawatiran lain bagi mereka dikomisi III lebih khusus DPRD, jika pekerjaannya itu diburu dengan waktu, sebab ini sudah memasuki pertengahan Desember, maka kualitas mutu pekerjaan akan terpengaruh dengan kerja yang ada.

” Kami pun tidak ingin, dengan waktu yang sisa sedikit ini, mutu dan kualitas pekerjaan juga kurang bagus. Karena terkesan buru-buru,” ujarnya.

Bukan apa apa. Sebagai implementasi wakil rakyat dalam tiga fungsi DPRD. Fungsi pengawasan yang menjadi peran DPRD harus ada dimata masyarakat.

Betapa tidak semua pembangunan yang ada bersumber dana PEN ini akan sangat dibutuhkan masyarakat pemanfaatannya.

” Itu akan sangat berguna bagi masyarakat kelak. Maka dari itu kualitas mutu pekerjaan juga sangat dibutuhkan, agar kelak bisa digunakan masyarakat dalam waktu lama.

Kita tidak ingin kerja yang asal-asalan, sehingga usia bangunan dan pekerjaan lainnya tidak begitu lama, cepat rusak. Masyarakat pun pasti akan kena dampaknya,” ujarnya. (RG.53)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *