BSG Dorong Digitalisasi Seluruh Transaksi Finansial di Kabupaten Gorontalo

22
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"adjust":1,"transform":2},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KABGOR – Kabupaten Gorontalo terus memantapkan langkahnya menuju modernisasi tata kelola keuangan daerah melalui penerapan digitalisasi transaksi secara menyeluruh. Kebijakan ini mencakup berbagai sektor finansial masyarakat hingga tata kelola retribusi daerah.

​Direktur BSG, Ivana Stevany mengungkapkan bahwa Kabupaten Gorontalo kini diarahkan agar seluruh aktivitas transaksi pembayaran tidak lagi menggunakan metode konvensional, melainkan beralih ke sistem digital.

​”Di Kabupaten Gorontalo ini, semua transaksi didorong menggunakan digital. Mulai dari retribusi pasar, retribusi sampah, hingga seluruh sektor UMKM,” jelas Ivana yang akrab dipanggil Vavan.

​Kabupaten Gorontalo juga ditetapkan sebagai pilot project bagi implementasi BSG Digital (Bank SulutGo Digital) untuk mendukung terwujudnya ekosistem transaksi nontunai yang terintegrasi di daerah tersebut.

​Selain digitalisasi di tingkat pusat pemerintahan dan kawasan pasar, program terdekat yang akan segera diluncurkan adalah program “Jelajah Desa”. Program ini direncanakan berjalan melalui kolaborasi strategis bersama lembaga/organisasi lokal terkait guna memperluas jangkauan literasi dan akses pembayaran digital hingga ke pelosok desa.

​Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, akuntabilitas penerimaan retribusi daerah, serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi digital bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Gorontalo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *