Rektor Unigo: Mo’odelo Jawaban Kampus Agar Mahasiswa Tak Hilang Arah di Era AI

39
ADV
10

KAMPUS (RGNEWS.COM) – Rektor Universitas Gorontalo, Dr. Robby Hunawa, S.IP.,M.Si, menegaskan tema “Pendidikan Karakter Mo’odelo” pada PKKMB 2026 bukan sekadar jargon. Itu adalah komitmen kampus agar mahasiswa baru tidak hanyut di tengah derasnya modernisasi dan kecerdasan buatan.

Pernyataan itu disampaikan Robby saat membuka PKKMB UNIGO 2026 yang turut dihadiri Kepala LLDikti Wilayah XVI, Dr. Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.A

Sejak Awal 2026 Kita Sepakat Jaga Budaya Gorontalo

Menjawab banyak pertanyaan mahasiswa baru soal tagline “Mo’odelo”, Robby menjelaskan latar belakangnya.

“Tentunya pelaksanaan PKKMB hari ini dengan tema pendidikan karakter Mo’odelo, tentunya banyak pertanyaan daripada adik-adik mahasiswa, calon mahasiswa, kenapa kita mengambil tagline kalimat Mo’odelo,” kata Robby.

“Saya awal tahun 2026, tepatnya bulan Januari 2026, maka saya bersama Pak Ketua Yayasan Pendidikan DLP Gorontalo sudah bersepakat untuk menetapkan kampus ini sebagai kampus yang melestarikan, mengembangkan sejarah, budaya, dan adat di Provinsi Gorontalo yang kita cintai ini,” lanjutnya.

Bagi Robby, keputusan itu diambil karena melihat pergeseran nilai yang terjadi sangat cepat di kalangan generasi muda Gorontalo.

Modern Boleh, Tapi Jangan Lupakan Akar

Rektor menyoroti tantangan besar saat ini: perkembangan teknologi informasi dan artificial intelligence.

“Hal ini kita lakukan karena kita melihat bahwa sekarang ini begitu cepat pergeseran nilai yang terjadi di generasi kita di Provinsi Gorontalo. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi, dengan adanya perkembangan artificial intelligence,” ujarnya.

“Kita menginginkan bahwa anak-anak atau adik-adik mahasiswa kita ini tidak saja mengikuti perkembangan modernisasi yang ada, yang kita hadapi, yang merupakan tantangan bagi kita, tapi kita juga menginginkan mereka memiliki nilai budaya dengan karakter Mo’odelo,” terangnya.

Hal itu menjadi penekanan, Unigo ingin mencetak mahasiswa yang cakap teknologi, tapi tetap berkarakter Mo’odelo – santun, saling menghargai, dan menjunjung adat Gorontalo.

PKKMB Tanpa Kekerasan

Sejalan dengan arahan rektor, Ketua Panitia PKKMB 2026, Moh. Rivandi Dengo, S.KM.,M.Kes, memastikan seluruh kegiatan berbasis 4 asas: Keterbukaan, Humanis, Legalitas, dan Perlindungan.

“Kami pastikan tidak ada unsur-unsur kekerasan dalam pelaksanaan PKKMB. Bila terjadi unsur kekerasan, maka PKKMB dihentikan,” tegas Rivandi.

PKKMB 2026 sendiri mengacu penuh pada surat edaran Kemendiktisaintek. Tujuannya membekali mahasiswa baru agar siap menghadapi perkuliahan yang menuntut kemandirian, kedewasaan, dan adaptasi.

Dengan “Mo’odelo” sebagai nafas, UNIGO menargetkan lahirnya lulusan yang unggul akademik sekaligus kuat karakternya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *