KABGOR – Hampir ada Satu Dekade berlalu. Hymne maupun lagu Mars Kabupaten Gorontalo nyaris hilang ditelan bumi.
Padahal, dua lagu ini, ibarat lagu kebangsaan, menjadi identitas diri dari satu masyarakat, khususnya di Kabupaten Gorontalo.
10 tahun lalu, lagu ini pernah menggema disetiap pelosok kecamatan, desa dan kelurahan. Acara-acara pemerintahan kala itu lagu ini sering diputar. Lagu yang digagas Bupati kala itu Alm. David Bobihoe.
Kini lagu itu kembali bergema. Dibawah kepemimpinan Bupati Sofyan Puhi dan Wabup Tonny Junus. Lagu yang tenggelam itu kembali membumi di Kabupaten Gorontalo.
” Ya, dan mulai hari ini. Setiap kegiatan pemerintahan di Kabupaten Gorontalo, lagu ini wajib untuk kembali diputar untuk dinyanyikan,” tegas Bupati Sofyan.
Instruksi ini disampaikan oleh orang nomor satu di Kabupaten Gorontalo saat Jumbara Kader Posyandu yang digagas PKK Kabupaten Gorontalo pimpinan Ibu Maryam Puhi.
Sontak hal ini kembali membuka memori para pejabat di Kabupaten Gorontalo. Pejabat pejabat dan ASN aktif, yang hingga kini masih ada terlihat kembali menyanyikanya. Meski beberapa diantaranya cukup sepenggal-sepenggal, maklum lupa karena sudah lama berlalu.
Hebatnya, lagu mars dan hymne ini sepertinya sedikit diaransemen dengan teknologi saat ini, sehingga terdengar mewah. Apalagi juga malam itu, istri sang mendiang Alm. David Bobihoe, Rahmiaty Yahya hadir sebagai undangan DPD RI.
Itulah Sofyan Puhi. Sebagai Bupati tampaknya beliau memahami kalimat ‘Jas Merah’. Jangan sekali kali melupakan sejarah. Sejarah lagu ini pernah terdengar megah di Kabupaten Gorontalo. Dan Bupati Sofyan Puhi kembali membawa kemegahan daerah ini lewat didendangkannya kembali Mars maupun Hymne Kabupaten Gorontalo lewat minus one paduan suara. (*)












