Digimedia Shine Effect
UG

Kebangkitan Sektor Pertanian di Kabgor. Bupati Sofyan Salurkan Bantuan Masif untuk Petani

21
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KABGOR — Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan dan memperkokoh ketahanan pangan kembali ditegaskan melalui aksi nyata. Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, turun langsung memimpin penyerahan massal Sarana Produksi Pertanian (Saprotan) serta Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada puluhan kelompok tani, Minggu (1/11/2026).

​Rangkaian kegiatan distribusi strategis ini dilaksanakan secara maraton di tiga titik wilayah utama, yakni Kantor Kelurahan Bulota (Kecamatan Limboto), Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dungaliyo, serta Kantor BPP Bongomeme. Kedatangan Bupati Sofyan Puhi disambut meriah oleh ratusan petani yang memadati lokasi sejak pagi hari.

​Dalam sambutannya, Bupati Sofyan menekankan bahwa sektor pertanian memegang peran vital sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan program yang solutif dan menyentuh langsung kebutuhan riil para petani di lapangan.

​”Bantuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud kehadiran negara di tengah-tengah petani. Manfaatkan secara optimal, jaga dan pelihara dengan baik, agar memberikan manfaat yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan keluarga tani kita,” pesan Bupati Sofyan Puhi di hadapan para petani.

​Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Kabupaten Gorontalo, Viktor Asiku, memaparkan laporan komprehensif mengenai realisasi anggaran dan progres penyaluran bantuan sektor pertanian Tahun Anggaran 2026.

​Viktor mengungkapkan bahwa Kabupaten Gorontalo mendapat kucuran dana yang sangat masif, khususnya untuk menyukseskan Program Hilirisasi Perkebunan Kelapa dengan total anggaran mencapai Rp22.582.000.000 (Dua Puluh Dua Miliar Lima Ratus Delapan Puluh Dua Juta Rupiah).

​Adapun rincian alokasi dan progres program hilirisasi tersebut meliputi:

  • ​Pengembangan Bibit Kelapa: Seluas 5.000 hektare atau setara 550.000 pohon senilai Rp13.475.000.000, yang tersebar di 17 kecamatan (kecuali Tilango dan Telaga Jaya).
  • ​Pupuk Organik Berkualitas: Sebanyak 1.650 ton dengan nilai Rp2.607.000.000.
  • ​Pengolahan Tanah dan Penanaman (HOK): Alokasi upah tenaga kerja senilai Rp6.500.000.000.

​“Penyaluran program hilirisasi kelapa ini dibagi ke dalam empat tahapan dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada awal Desember 2026 mendatang. Kami ingin memastikan komoditas kelapa di Gorontalo tidak hanya kuat di hulu, tetapi terintegrasi hingga sektor pengolahan dan pemasaran turunan produknya,” jelas Viktor Asiku.

​Selain perkebunan kelapa, Viktor Asiku turut melaporkan progres percepatan program di tiga wilayah kecamatan sasaran utama:

  • ​Kecamatan Limboto:
    • ​Penyaluran tahap awal bibit kelapa seluas 67,5 hektare (7.425 pohon) di Desa Bulota.
    • ​Pupuk organik sebanyak 22,27 ton diserahkan kepada Kelompok Tani Permata II dan Kelompok Tani Polahuwa.
    • ​Bantuan benih jagung tahap III seluas 160 hektare untuk 5 kelompok tani melibatkan 124 penerima manfaat (2.400 kg benih).
    • ​Bantuan Alsintan: 1 unit traktor roda empat (Kelompok Tani Matowa, Kelurahan Tilihuwa) dan 3 unit traktor roda dua bagi Kelompok Tani Flamboyan (Kayumerah), Harapan Jaya III (Bongohulawa), serta Ilomata IV (Tenilo).
  • ​Kecamatan Dungaliyo:
    • ​Penyaluran tahap pertama bibit kelapa seluas 94 hektare (10.340 pohon) untuk Kelompok Tani Obata (Ayuhula), Heluma (Ambara), dan Purnama Indah (Momala), lengkap dengan pupuk organik 31,02 ton serta HOK senilai Rp122.200.000.
    • ​Alokasi tahap kedua penyiapan 13.695 pohon bibit kelapa (seluas 124,5 hektare) yang kini berada di nursery menunggu musim hujan yang tepat.
    • ​Bantuan jagung sebanyak 2.925 kilogram untuk 219 petani yang tergabung dalam 10 kelompok tani, serta dukungan 4 unit traktor roda empat (termasuk Kelompok Tani Bintang Harapan dan Cipta Karya).
  • ​Kecamatan Bongomeme:
    • ​Realisasi awal bibit kelapa seluas 35 hektare (3.850 pohon) di Desa Otopade, Molanihu, Kayumerah, dan Molopatodu, disertai 11,55 ton pupuk organik dan HOK senilai Rp45.000.000.
    • ​Bantuan benih jagung masif seluas 987 hektare sejumlah 14.805 kilogram untuk 34 kelompok tani (769 petani).
    • ​Bantuan Alsintan berupa 1 unit traktor roda empat yang diserahkan kepada Kelompok Tani Mootilango di Desa Bongohulawa.

​Pemerintah Kabupaten Gorontalo berkomitmen untuk terus mengawal, mengawasi, dan mendampingi kelompok tani secara berkesinambungan. Langkah ini diambil guna memastikan setiap bantuan yang digelontorkan tepat sasaran, berdaya guna tinggi, dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *