Digimedia Shine Effect
UG

Pemda Kabgor Gelontorkan Rp19,23 Miliar untuk Genjot Sektor Pertanian di Lima Kecamatan Barat

20
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"adjust":1,"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Pemerintah Kabupaten Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Pada Senin (2/11/2026), Bupati Gorontalo Sofyan Puhi secara resmi menyerahkan bantuan pertanian senilai total Rp19,23 miliar yang difokuskan bagi lima kecamatan di wilayah barat, yakni Bilato, Boliyohuto, Tolangohula, Asparaga, and Mootilango.

Bantuan masif ini mencakup distribusi benih jagung unggul, program hilirisasi pengembangan kelapa, serta modernisasi melalui penyediaan alat dan mesin pertanian atau alsintan. Kehadiran berbagai bantuan sarana produksi pertanian tersebut diharapkan mampu mendongkrak efisiensi pengolahan lahan serta melipatgandakan produktivitas kelompok tani setempat.

Dalam sambutannya saat penyerahan simbolis, Bupati Sofyan berpesan agar seluruh kelompok tani dapat mengelola dan merawat bantuan yang diterima secara bertanggung jawab. Menurutnya, pemanfaatan alsintan secara optimal akan sangat membantu para petani dalam menghemat tenaga dan waktu pengolahan lahan, sehingga hasil panen ke depan bisa jauh lebih maksimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Secara rinci, alokasi bantuan ini terbagi ke dalam beberapa sektor komoditas dan wilayah. Untuk komoditas jagung, pemerintah menyalurkan benih dengan total bobot sekitar 72.870 kilogram yang diproyeksikan untuk areal seluas 4.858 hektare. Tolangohula menjadi penerima alokasi jagung terbesar dengan cakupan 1.662 hektare senilai Rp2,49 miliar, diikuti Asparaga seluas 1.114 hektare senilai Rp1,67 miliar, Bilato seluas 792 hektare senilai Rp1,18 miliar, Boliyohuto seluas 765 hektare senilai Rp1,14 miliar, serta Mootilango seluas 525 hektare senilai Rp787,5 juta.

Selain jagung, pemerintah daerah juga menggenjot program hilirisasi kelapa seluas 1.277,5 hektare di wilayah yang sama, yang mencakup penyediaan 140.525 bibit kelapa berkualitas, pupuk organik, hingga dukungan pengolahan tanah. Nilai alokasi program kelapa ini bervariasi di tiap kecamatan, mulai dari Asparaga sebesar Rp1,24 miliar, Bilato Rp1,19 miliar, Boliyohuto Rp1,18 miliar, Tolangohula Rp1,12 miliar, hingga Mootilango senilai Rp1,01 miliar.

Tidak kalah penting, sektor mekanisasi pertanian turut diperkuat melalui distribusi alsintan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik di lapangan. Bantuan alat berat dan pendukung seperti traktor roda empat, traktor roda dua, cultivator, hingga pompa air disebar ke lima kecamatan tersebut. Boliyohula dan Mootilango, misalnya, menerima kombinasi alsintan yang cukup lengkap mulai dari traktor roda empat hingga pompa air untuk mengatasi tantangan irigasi dan pengolahan tanah.

Secara keseluruhan, akumulasi nilai bantuan yang diterima masing-masing wilayah mencakup Rp5,69 miliar untuk Tolangohula, Rp4,32 miliar untuk Boliyohuto, Rp3,71 miliar untuk Mootilango, Rp3,03 miliar untuk Asparaga, dan Rp2,46 miliar untuk Kecamatan Bilato. Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap suntikan dana dan fasilitas besar ini mampu menjadi titik balik kemajuan agraris di wilayah barat dan membawa dampak ekonomi yang nyata bagi para petani.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *