Unigo Tembus Forum Strategis KSTI Nasional

89
ADV
10

KAMPUS (RGNEWS.COM) – Universitas Gorontalo (Unigo) menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta dari Gorontalo yang mendapat undangan menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, 26–29 Juni 2026.

Rektor Universitas Gorontalo, Dr. Robby Hunawa, S.IP., M.Si., hadir sebagai delegasi dalam forum yang mempertemukan sekitar 2.100 rektor, dekan, dan dosen dari perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia.

Kegiatan tersebut mengusung tema Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia.

Kehadiran Unigo dalam forum nasional itu dinilai menjadi pengakuan atas kontribusi kampus dalam pengembangan riset, sains, dan inovasi yang berdampak bagi pembangunan daerah.

Forum tersebut juga menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan peran perguruan tinggi dengan agenda pembangunan nasional.

Sarasehan dibuka langsung oleh Prabowo Subianto. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti sesi paralel yang menghadirkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri Pertanian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, CEO Danantara Indonesia, Menteri Keuangan, serta sejumlah pejabat pemerintah lainnya.

Menurut Robby Hunawa, perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi swasta di Indonesia Timur, harus mengambil peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui riset dan inovasi.

“Kami ingin memastikan kontribusi sains dan teknologi dari kampus benar-benar menopang ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, Universitas Gorontalo akan menyelaraskan program akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan arah kebijakan nasional yang menitikberatkan pada kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain memperkuat kapasitas akademik, keikutsertaan dalam KSTI 2026 juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring kerja sama dengan kementerian dan dunia industri.

Materi serta rekomendasi yang dihasilkan selama sarasehan akan menjadi acuan dalam memperkuat ekosistem riset kampus yang lebih aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan pembangunan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Universitas Gorontalo dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan sains, teknologi, dan inovasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *