KAMPUS (RGNEWS.COM) – Senat Universitas Gorontalo menggelar penilaian kelayakan calon rektor periode 2026–2030, Rabu (17/12/2025), di Ruang Smart Classroom.
Tahapan ini digelar setelah para calon menyampaikan visi, misi, dan rencana strategis, Senin (15/12/2025).
Tiga calon rektor yang mengikuti uji kelayakan itu adalah Dr. Robby Hunawa, S.IP.,M.Si, Prof. Dr. Hj. Meimoon Ibrahim, SE.,MM dan Dr. Roy Marthen Moonti, SH.,MH.
Penilaian dilakukan secara bergantian, dimulai dari Dr. Robby Hunawa, S.IP., M.Si dilanjutkan Prof. Dr. Hj. Meimoon Ibrahim, SE.,MM dan ditutup Dr. Roy Marthen Moonti, SH.,MH.
Ketua Senat Universitas Gorontalo Dr. Hasanuddin, M.Si mengatakan, uji kelayakan ini penting untuk menilai kesiapan calon rektor secara kualitatif.

Menurut dia, visi dan misi para calon harus selaras dengan rencana strategis universitas.
“Senat berkepentingan mengonfirmasi sejauh mana cara pandang calon rektor dalam mengarahkan Universitas Gorontalo menuju unggul pada 2030,” kata Hasanuddin.
Ia menjelaskan, penilaian mencakup ketajaman visi dan misi, termasuk pola kerja sama yang akan dibangun serta program kerja setelah dilantik.

Salah satu tolok ukur yang dinilai adalah rencana 100 hari kerja, khususnya dalam membangun kemitraan eksternal dan memperkuat komunikasi di lingkungan civitas akademika.
Hasil penilaian senat, kata Hasanuddin, akan menjadi rekomendasi kepada Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan rektor Universitas Gorontalo periode 2026–2030.

“Ketiganya adalah putra-putri terbaik Universitas Gorontalo. Senat menilai berdasarkan standar tertentu untuk menentukan yang paling ideal, dan itu akan menjadi bahan diskusi di yayasan,” ujarnya. (*)












