Instruktur Tekankan Kepemimpinan, Disiplin, dan Kerja Sama Tim dalam Strategic Leadership Forum 2026
KAMPUS (RGNEWS.COM) – Universitas Gorontalo (Unigo) menggelar kegiatan retret bagi para pimpinan unit kerja dalam rangkaian Rapat Kerja Strategic Leadership Forum Tahun 2026 di BPSDM Provinsi Gorontalo, Selasa – Rabu (19-20/05/2026).
Instruktur retret, Ipda Andika Eka Putra, S.IP mengatakan metode permainan atau game yang diterapkan dalam kegiatan itu difokuskan untuk membangun karakter kepemimpinan, kedisiplinan, dan kerja sama tim para peserta.
“Yang pertama ingin kita bangun adalah jiwa kepemimpinan, karena peserta ini notabene para pemimpin di setiap divisi dan fungsi kerja. Mereka memang harus punya basic kepemimpinan,” kata Andika.
Selain kepemimpinan, kata dia, materi permainan juga menitikberatkan pada pembentukan sikap disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
“Bagaimana kita menerapkan game yang menekankan tentang sikap-sikap kedisiplinan,” ujarnya.
Aspek lain yang menjadi perhatian dalam retret tersebut ialah membangun teamwork atau kerja sama antar peserta agar mampu mencapai tujuan organisasi secara maksimal.
Menurut Andika, materi yang diberikan dalam retret itu merupakan metode yang selama ini diterapkan kepada calon siswa pendidikan pembentukan Polri di lembaga pendidikan kepolisian.
Materi tersebut bertujuan membentuk pola pikir atau mindset peserta dari masyarakat sipil menjadi pribadi yang memiliki karakter disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan.
“Gunanya untuk merubah pola pikir mindset dari yang tadinya masyarakat sipil, berubah menjadi seorang bhayangkara sejati, sehingga untuk melaksanakan tugas ke depannya bisa lebih bertanggung jawab, disiplin, dan membangun jiwa kepemimpinan,” katanya.
Ia menilai dinamika yang muncul selama kegiatan justru menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran kepemimpinan para peserta.
“Karena basicnya pimpinan semua, memang ada yang merasa memimpin dan saling mengatur. Tapi itulah dinamikanya, malah itu yang lebih bagus,” ujar Andika.
Dari dinamika tersebut, peserta dinilai dapat memahami pentingnya kemampuan memimpin sekaligus kesiapan untuk dipimpin dalam sebuah organisasi.
“Pembagian tugas harus jelas. Menurut saya kegiatan tadi sudah bagus, meskipun ada kekurangan, tapi itu jadi bahan evaluasi agar ke depan lebih baik lagi,” kata dia. (*)











