KAMPUS (RGNEWS.COM) – Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) menyelenggarakan Workshop Penyiapan Dosen untuk Program Studi Profesi Nutrisionis Batch 2 dalam dua tahap, yakni sesi daring pada 5–7 Desember 2025 dan sesi luring pada 11–13 Desember 2025.
Kegiatan ini ditujukan memperkuat kesiapan dosen dalam penyelenggaraan pendidikan profesi nutrisionis.
Sesi daring membahas fondasi akademik dan standar profesi nutrisionis.
Ketua Umum AIPGI, Prof. Budi Setiawan, menekankan pentingnya naskah akademik serta standar kompetensi sebagai rujukan utama pendidikan profesi.

Sejumlah pakar gizi memaparkan materi terkait kewenangan nutrisionis, penguatan kompetensi gizi masyarakat dan gizi klinik, pelayanan makanan, hingga pengembangan produk serta digitalisasi layanan gizi.
Peserta juga mengerjakan penugasan berbasis kasus sesuai bidang masing-masing yang dipresentasikan dan didiskusikan sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran.
Sesi luring berlangsung di Swiss-Belhotel Bogor dengan agenda pendalaman implementasi pendidikan profesi, mencakup peran kolegium dalam menjaga mutu tenaga kesehatan, manajemen rotasi dan penilaian pendidikan profesi, serta persiapan uji kompetensi.

Dukungan organisasi profesi, termasuk Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), turut dibahas.
Dari Universitas Gorontalo, lima dosen mengikuti kegiatan ini, yakni Maesarah Yasin, Herman Hatta, Rahmawati, ST. Mutiatu Rahmah, dan Darmayanti Waluyo.
Workshop ditutup dengan presentasi hasil kunjungan lapangan, refleksi pembelajaran, serta penyerahan sertifikat.

Panitia menilai kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam standarisasi dan peningkatan mutu dosen pendidikan profesi nutrisionis. (*)











