KABGOR – Rumamensia adalah istilah khas Gorontalo yang mengandung makna “kerja sama, kebersamaan, dan gotong royong dalam mengembangkan usaha peternakan rakyat.”
Secara filosofi, Rumamensia mencerminkan semangat Bohusami — yakni kebersamaan, solidaritas, dan saling membantu dalam satu tujuan: membangun kesejahteraan masyarakat.
Dalam konteks program Sapi Ternak Rumamensia Gorontalo, istilah ini menggambarkan: pertama, model pemberdayaan peternak berbasis kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, lembaga keuangan, dan mitra offtaker, untuk membangun rantai usaha peternakan yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
Disamping itu Makna Filosofis Rumamensia, “Ruma” berarti rumah, tempat, atau wadah kebersamaan. “Mensia” diambil dari kata “manusia”, yang bermakna nilai kemanusiaan, solidaritas, dan empati sosial. Sehingga Rumamensia dapat dimaknai sebagai “Rumah Kemanusiaan” — tempat di mana nilai-nilai kerja sama, kejujuran, dan saling tolong-menolong tumbuh dalam mengelola sumber daya alam dan ternak untuk kemaslahatan bersama.
Makna dalam Program Peternakan,
dalam implementasinya, Sapi Ternak Rumamensia Gorontalo adalah: Gerakan ekonomi rakyat berbasis ternak sapi, Dikelola bersama oleh kelompok masyarakat, Didukung modal oleh Bank SulutGo (BSG), Dijamin pasarnya oleh offtaker, Dan difasilitasi oleh Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo.
Seementara makna politisnya dari ST 12 GO adalah Sofyan Tony membangun rumah kemanusiaan Gorontalo melalui konsep sosial-ekonomi Gorontalo yang menempatkan manusia dan kebersamaan sebagai inti pembangunan.
Diharapkan ke depan, program beternak Bohusami menjadi model pembangunan ekonomi berbasis rakyat yang berkelanjutan.
Mari kita jadikan kandang ternak sebagai sekolah kehidupan, tempat belajar tentang kerja keras, ketekunan, dan kolaborasi.
Karena di situlah nilai-nilai Bohusami tumbuh – saling bantu, saling jaga, saling majukan. (*)











