Bupati Bone Bolango Merlan Uloli Minta Solusi Pusat, Soal Tambang Emas di Suwawa Timur.  

715
ADV
10
SUASANA areal tambang emas Motomboto, Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango. (F.dok.Adit)
  • Editor  : Sahril Rasid
  • Kontributor   : Awaludin

GORONTALO (RG.COM)—Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menutup aktivitas pertambangan emas di Kecamatan Suwawa Timur untuk sementara waktu sampai batas tidak ditentukan.

Selain telah menimbulkan korban sebanyak 325 orang, 27 orang diantara mati, , dan 15 diantaranya tidak ditemukan sampai saat ini. Aktivitas tambang emas tersebut dilakukan tanpa izin.

Ini seperti ditegaskan oleh Bupati Bone Bolango  Merlan S. Uloli usai melakukan rapat evaluasi akhir Operasi SAR Terpadu pencarian korban longsor di wilayah tambang Suwawa Timur beberapa hari lalu.

“ Kita sudah tahu bersama bahwa aktivitas pertambangan di sana tanpa izin. Dan daerah tidak punya kewenangan untuk mengeluarkan izin, itu kewenangan pemerintah pusat,” tegas Merlan Uloli saat diwawancarai sejumlah wartawan.

Ia sendiri berharap lokasi pertambangan emas itu bisa diilegalkan oleh pemerintah pusat. Selain adanya control juga pemerintah akan mendapatkan manfaat dari lokasi tambang.

Selain adanya pendapatan daerah dari sisi pajak, dari sector tenaga kerja, serta pergerakan ekonomi yang terjadi.

“olehnya, kami meminta dengan adanya kejadian atau bencana ini bisa membuka perhatian dari Pemerintah Pusat agar menyadari, karena ada ribuan orang yang menggantungkan hidup di sini, baik itu sebagai penambang, tukang ojek dan yang berjualan makanan di sana,” jelas Bupati Merlan S. Uloli

Selama ini kata Merlan,  tuntutan para penambang di sini agar dilegalkan dan diatur aktivitas pertambangan ini agar mereka juga bisa berkontribusi untuk daerah melalui PAD.

Tapi sekali lagi daerah tidak punya kewenangan.

“ Dari proses tambang izin pemerintah daerah tidak mendapatkan manfaat (PAD) dari aktivitas pertambangan ini. Tapi ketika terjadi bencana seperti ini, pemerintah Bone Bolango yang menjadi sasaran dan kami tidak bisa lepas dari tanggung jawab itu,” ungkapnya.

Terkait dengan penutupan tambang emas. Merlan prinsipnya sudah mencegah. Tapi apakah dengan adanya penutupan ini ada jaminan tidak ada lagi yang menambang liar disana ?

“ Pemerintah daerah sudah mewanti wanti agar tidak ada lagi penambangan disana. Tapi kembali ke penambang.   banyak dari mereka yang sudah menguasai medan di sana dan mudah saja untuk kembali melakukan aktivitas pertambangan di atas,” bebernya.

Ia berharap Pemerintah Pusat harus punya solusi atas fenomena longsor pertambangan agar tidak akan banyak lagi korban yang berjatuhan.*****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *