Kabupaten Gorontalo

Pemerintah Kabgor Liburkan Sekolah, Kantor Camat, -Kantor Desa, Dijadikan Tempat Pengungsian

187
×

Pemerintah Kabgor Liburkan Sekolah, Kantor Camat, -Kantor Desa, Dijadikan Tempat Pengungsian

Sebarkan artikel ini
Bupati Nelson Pomalingo saat turun lapangan meninjau wilayah dan warga dan kesiapan opd membantu warga terdampak banjir (photo irfan)
  • Editor   : Sahril Rasid
  • Kontributor : Irfan Mohamad

GORONTALO (RG.COM) Pemerintah Kabupaten Gorontalo melakukan siaga satu untuk membantu warga yang ditimpah musibah banjir.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo bahkan memerintahkan seluruh OPD fokus membantu warga disejumlah desa di berbagai kecamatan yang terkena musibah banjir.

Sekolah diliburkan khususnya sekolah yang kecamatan diterjang musibah banjir parah. Kantor camat, kantor desa, sekolah yang aman dari banjir dijadikan tempat darurat menampung pengungsi banjir.

Hujan yang terus menguyur Gorontalo nyaris 24 jam beberapa hari ini membuat seluruh desa di kurang lebih 19 kecamatan terendam.

wilayah yang terparah terdampak banjir di Kabupaten Gorontalo yakni Kecamatan Limboto, Limboto Barat ,Kecamatan Tilango, Telaga,Telaga jaya,Kecamatan Telaga Biru, kecamatan Batudaa,beberapa desa di Tabongo.

Ini khususnya desa desa yang ada diwilayah pinggiran danau Limboto.

Kondisi ini menyebabkan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo harus memusatkan perhatiannya terkait masalah banjir ini.

“ Ini masalah keselamatan masyarakat, penanganan cepat apakah akan dievakuasi, terkait ketersedian makanan serta pelayanan kesehatan itu menjadi priortas,’ tegas Nelson Pomalingo yang turut langsung membantu warga.

Bupati 2 Periode menegaskan, ia telah memerintahkan seluruh pimpinan OPD dan camat untuk bergerak cepat menyiapkan central central untuk melakukan evakuasi.

Nelson sendiri memastikan ketersedian logistic makanan. “ Desa dan kecamatan berkoordinasi terkait tempat evakuasi yang aman dan tersedia dapur umum dan makanan siap saji,’ kata Nelson.

Bupati Gorontalo tersebut mengakui ia sangat berterimah kasih kepada TNI-Polri, dan lembaga lain seperti kejaksaan, yang bergerak cepat membantu masyarakat.

“ Terbantu dengan TNI-Polri, Kejaksaan, dan lembaga lain bersatu padu membantu baik melakukan evakuasi warga dan memberikan bantuan makanan kepada masyarakat,’ ujar bupati yang terjung langsung ke lokasi banjir.

Ke depan, persoalan aliran danau Limboto bukan kali ini saja meluap. Tapi diakuinya untuk kali ini memang lebih dasyat.

“ Tentunya ini menjadi pelajaran bagi kita semua akan masalahlingkungan. Pemerintah tidak bisa berbuat apapun ketika kesadaran tidak tumbuh dari seluruh masyaraka. Untuk itu ke depan, masalah lingkungan ini akan diseriusi lebih dalam, khususnya mengantisipasi masalah seperti ini,’ ujar Nelson Pomalingo. *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *