KotagorPemkot

Wawali : Vaksinasi Anak SD Terus Digenjot

160
×

Wawali : Vaksinasi Anak SD Terus Digenjot

Sebarkan artikel ini
Wawali Ryan F. Kono saat memberikan penjelasan kepada awak media (Foto Dok PKP).

PEMKOT (RAGORO)– Pemerintah Kota Gorontalo akan terus berupaya untuk menggenjot capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun atau anak usia Sekolah Dasar (SD). Upaya itu dilakukan karena capaian vaksinasi bagi anak usia SD masih berada diangka 53 persen. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, ketika diwawancarai sejumlah wartawan usai dirinya meninjau pelaksanaan vaksinasi ditiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang ada di Kota Gorontalo, belum lama ini.

“Berdasarkan informasi yang saya terima, vaksinasi anak usia 6-11 tahun sampai dengan saat ini baru mencapai 33 sampai 34 persen. Ini tentu upaya kami dari pemerintah kota melalui Dikes (Dinas Kesehatan) dan seluruhaparat untuk menggenjot vaksinasi bagi anak-anak ini,” ujar Ryan. Masih minimnya capaian vaksinasi anak 6-11 tahun di Kota Gorontalo, menurut Ryan, terkendala dengan izin dari orang tua siswa. “Tadi disaat peninjauan, ada beberapa kendala dilapangan, dimana saya terima laporan kendalanya adalah izin dari orang tua,” ungkap Ryan. Lantas bagaimana upaya Pemerintah Kota Gorontalo untuk mengatasi kendala tersebut ? Ryan mengemukakan, Pemerintah Kota Gorontalo akan lebih memasifkan edukasi dan sosialisasi kepada para orang tua siswa yang belum mengizinkan anakya menjalani vaksinasi.

Upaya tersebut, diharapkan Ryan, dapat dijalankan oleh pihak sekolah, mulai dari guru, kepala sekolah, hingga komite sekolah. “Saya juga mengimbau kepada orang tua siswa untuk dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak sekolah, bicarakan lebih lanjut, karena vaksinasi ini menyangkut keselamatan anak-anak dari ancaman Covid-19,” imbau Ryan. “Sukses tidaknya vaksinasi bagi anak usia sekolah dasar ini tidak ada ditangan kami. Karena dari tenaga atau Sumber Daya Manusia (SDM) penyuntik vaksin dari kami itu sudah sangat siap. Kesuksesan vaksinasi usia 6-11 tahun ada ditangan seluruh pihak terkait, terutama orang tua siswa itu sendiri,” tandas Ryan.(lev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *