PEMKOT (RAGORO)- Walikota Gorontalo Marten A. Taha mengungkapkan, semua dana hibah terutama untuk Masjid, Panti-panti Asuhan dan taman pengajian TPA/TPQ, itu harus sebelum ramadhan sudah disalurkan. Hal ini seperti yang ditegaskan Marten pada forum diskusi Musrenbangda tingkat Kecamatan di Kota Gorontalo baru-baru ini. “Saya sudah sampaikan, semua dana-dana hibah yang ada terutama untuk masjid maupan panti asuhan dan taman-taman pengajian, itu harus sebelum ramadhan sudah harus disalurkan. Kita ada dananya, dan kita harus prioritaskan hal tersebut, “ucap Marten dalam sesi tanya jawab bersama warga masyarakat. Lanjut, Marten mengungkapkan, untuk total anggaran dana hibah tersebut sebesar Rp.10 jutah, bahkan lebih yang disalurkan untuk keperluan Masjid, Panti asuhan dan kelompok-kelompok TPA/TPQ yang berada sekarang.
“Dulunya itu dana hibah cuman Rp.5 jutah permasjid, sekarang sudah tidak ada lagi, semua rata-rata bantuan hibah yang disalurkan berjumlah Rp.10 jutah bahkan lebih, kepada Masjid, panti asuhan dan taman pengajian. Hal ini juga bisa dimanfaatkan oleh para Anggota Dewan di dalam RKPD nanti, “jelas Marten. Bentuk penerima hibah ini juga kata Marten, pada dasarnya tidak mudah. Hanya saja ada rasa malas, dalam artian jika ini dilaksanakan hanya membutuhklan waktu lima belas menit sudah selesai. Dirinya pun memberikan contoh, pada kegiatan shalat jumat beberapa hari sebelumnya. Secara simbolis Marten sampaikan, program tersebut sudah diberikan akan tetapi proses pencairannya masih mengalami kendala terkait dengan pembuatan rekening Bank.
“Kemarin, tiga jumat lalu saya shalat di Masjid An-Nur, sudah secara simbolis dilaksanakan. Saya cek kemarin, belum cair. Dengan alasan, masih tunggu-tunggu mereka. Makanya saya cek lagi, sampai jumat besok hal itu tetap tidak selesai, nanti saya yang tindak lanjut buka rekeningnya. Itukan tinggal memindahkan rekening. Prosesnya yang paling lama 15 menit jika dilaksanakan jika pada saat itu diseriusi. Tapi kalau tidak ada dikerjakan, membutuhkan waku berhari-hari, sehingga mengalami kendala, “tegas Marten.(lev).











