Hadiri 9 Kecamatan, Marten : Terpenting Kegiatan Musrenbang

607
ADV
10
Suasana pelaksanaan kegiatan Musrenbang Kecamatan Kota Utara, Kamis (17/2, Foto PKP).

PEMKOT (RAGORO)- Sembilan Kecamatan di Kota Gorontalo berhasil melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) tahun 2023. Selama kegiatan berlangsung kegiatan tersebut juga mendapat perhatian serius orang nomor satu di Kota Gorontalo. Bentik perhatian Marten, hingga berbagai kegiatan dan agenda pemerintahan diluar daerah ditunda oleh Walikota Gorontalo, Marten A. Taha. Hal ini dilakukan, dikarenakan dirinya ingin mendengarkan langsung usulan-usulan masyarakat yang disampaikan pada Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) tingkat kecamatan.

“Kegiatan luar daerah saya tunda. Karena saya ingin mendengarkan langsung berbagai usulan yang disampaikan pada Musrenbang, “ujar Marten ketika memberikan sambutan pada kegiatan Musrenbang Kecamatan Kota Utara, Kamis (17/2/22). Dari sembilan kecamatan yang melaksanakan Musrenbang, tak ada satupun yang dilewatkan Marten. Begitu juga dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, sampai dengan Musrenbang Kecamatan Kota Utara, saya lihat kepala dinas dan badan yang punya bertanggung jawab kegiatan ini, yakni Dinas Sosial dan Bapppeda selalu hadir mendampingi saya. Termasuk LPM, seluruh Musrenbang tingkat kecamatan pasti dihadiri dan disuport. Untuk itu, saya menyampaikan terima kasih kepada kepala Bapppeda, Kadis Sosial dan LPM Kota Gorontalo,” ujar Marten.
Bagi Marten, Musrenbang adalah titik awal dari penyelenggaraan pemerintahan. Sehingga, kata Marten, wajib dilaksanakan oleh pemerintah.

“Musrenbang yang kita laksanakan hari ini merupakan proses penyusunan berbagai program dan kegiatan. Sehingga, bagi saya Musrenbang adalah titik awal dari penyelenggaraan pemerintahan,” ucap Marten.Dirinya menuturkan, Musrenbang tingkat kecamatan sendiri merupakan akumulasi dari kegiatan perencanaan yang telah dilaksanakan ditingkat kelurahan yang terlebih dahulu diawali dengan rembuk warga tingkat RT dan RW. “Tidak jauh berbeda dengan Musrenbang ditingkat kelurahan, tujuan dari Musrenbang tingkat kecamatan juga merupakan media untuk penyampaian usulan atau aspirasi masyarakat. Sehubungan dengan itu, saya minta usulan yang disampaikan ditingkat kelurahan agar menjadi fokus pada Musrenbang kecamatan. Jangan ada lagi usulan yang tiba saat tiba akal atau usulan yang tiba-tiba muncul saat Musrenbang tingkat kecamatan dilaksanakan, “pintahnya.(lev).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *