Kota GorontaloPemkot

DPM-PTSP, Targetkan Nilai MCP Korsupgah 2022 Capai 90 Persen

139
×

DPM-PTSP, Targetkan Nilai MCP Korsupgah 2022 Capai 90 Persen

Sebarkan artikel ini
Suasana pelayanan perizinan di DPM-PTSP (Foto Dok PKP).

PEMKOT (RAGORO)- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Gorontalo, nilai Monitoring Center For Prevention (MCP) tahun 2022 mencapai angka 90 persen. Target itu dipatok, guna mewujudkan harapan Walikota Gorontalo, Marten A. Taha.

“Sebagaimana apa yang menjadi harapan pak wali kota, seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) khususnya yang tugasnya langsung memberikan layanan kepada publik, nilai MCP harus meningkat tahun 2022.

Nah, nilai MCP kita DPM-PTSP tahun kemarin berada diatas 88 persen.

Makanya, target kita minimal 90 persen, “ujar Kepala DPM-PTSP, Ridwan Akase, ketika ditemua Media Cetak di ruang kerjanya.

Lanjut, untuk mewujudkan target tersebut, kata Ridwan, pihaknya akan melakukan perbaikan pada beberapa indikator yang menjadi penilaian MCP. Diantaranya, lanjut Ridwan, indikator pelayanan transparansi pelayanan publik menyangkut perizinan maupun non perizinan.

“Nantinya yang kami lakukan adalah meningkatkan pelayanan secara digital lewat aplikasi Si Cantik. Namanya digital, maka tentunya kita tidak lagi berhadapan langsung dengan pemohon atau pelaku usaha, “ujarnya.

Sebenarnya, tambah Ridwan, layanan perizinan menggunakan aplikasi si Cantik telah diterapkan sejak beberapa tahun kemarin, termasuk dengan tandatangan tanpa langsung berhadapan dengan pemohon dengan hasil yang cukup maksimal.

Hanya saja, kata Ridwan, ada sedikit kendala yang kerap ditemui, diantaranya kurang pahamnya pemohon menggunakan aplikasi. Namun hal itu, telah diantisipasi dengan edukasi secara masih tentang penggunaan aplikasi dan pendampingan oleh petugas DPM-PTSP saat aplikasi digunakan oleh pemohon.

“Untuk pendampingan tugasnya para aparatur yang ada di front office. Alhamdulillah, secara perlahan pendampingan berjalan sebagaimana yang kita harapkan. Kendala lain yang dihadapi pihaknya juga adalah gangguan jaringan, “tuturnya.

Dirinya juga mengungkapkan, pelayanan menggunakan aplikasi si Cantik tidak membutuhkan waktu yang lama, sebagaimana yang tertuang dalam SOP.

Cuman memang yang namamnya aplikasi memerlukan jaringan. Terkadang jaringan mengalami gangguan. Ditanyakan, lantas bagaimana jika ada pemohon yang sangat mebutuhkan izin disaat jaringan mengalami gangguan ? Ridwan mengatakan, pemohon tidak perlu khawatir. Sebab, saat ini pihakya telah menggunakan sistem OSS.

“Disistem ini ini bisa diterbitkan terlebih dahulu. Tapi, akan kita awasi, apabila pemohon tidak penuhi syarat kita bisa meninjau kembali izinnya, “pungkasnya.(lev).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *