UMGO Sukses Gelar Roots Day & SMAMTAGO Talent Show Festival

615
ADV
10
FOTO bersama disela-sela kegiatan Roots Day & SMA Muhammadiyah Kota Gorontalo (SMAMTAGO) Talent Show Festival, di Gedung Indoor David Bobihoe Akieb.

KAMPUS (RAGORO) – Setelah didaulat menjadi tuan rumah, Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) akhirnya sukses melaksanakan kegiatan Roots Day & SMA Muhammadiyah Kota Gorontalo (SMAMTAGO) Talent Show Festival. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua (2) hari, yakni 23-24 Desember tahun 2021, di Gedung Indoor David Bobihoe Akieb.

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Kota Gorontalo, Syafryanto, S.Pd.,M. Si dalam pengantarnya menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan kerjasama antara Majelis Dikdasmen Wilayah dengan Universitas Muhammadiyah Gorontalo dan SMA Muhammadiyah Kota sebagai panitia pelaksana.

“Ini juga karena SMA Muhammadiyah Kota Gorontalo terpilih menjadi sekolah penggerak di Gorontalo. Alhamdulillah, ada beberapa siswa kami sering mengikuti kegiatan di Jakarta, ini prestasi karena membawa nama sekolah,” ungkapnya.

Selanjutnya, Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada para peserta Roots Day SMAMTAGO Talent Show Festival di kampus Unggul dan Berkemajuan UMGO.
“Saya dan SMA Muhammadiyah tidak bisa dipisahkan. Dulu, saat saya sebagai Ketua PDM Kota, saat itu SMA Muhammadiyah tak lagi diminati. Dan ketika Menteri Pendidikan pada saat itu, Yahya Muhaimin datang ke Gorontalo, saya menjadi Kepala Sekolah sekaligus Ketua PDM Kota,” tukasnya.

Baginya, sekolah ialah tetesan laskar pelangi, karena banyak kegiatan yang mengglobal, guru-gurunya bersaing dengan sekolah moderen, meskipun gedung dan fasiltas sekolah Muhammadiyah masih terbatas.

“Alhamdulillah, karena komitmen, maka sekolah ini bisa hidup. Kemajuan sekolah itu tergantung dari komitmen kepala sekolah dan seluruh guru untuk mau menjadi petarung.

Harapan saya, seluruh alumni sekolah Muhammadiyah bisa melanjutkan kuliahnya dan memilih kampus UMGO. Sebab kuliah di UMGO Imannya Kuat, Ilmunya Tinggi, Akhlaknya Baik dan Soft Skillnya Hebat,” terangnya.

Walaupun UMGO adalah kampus Islami, akan tetapi kampus ini tidak inklusif. Buktinya ada juga mahasiswa beragama Kristen dan Hindu yang kuliah di UMGO, termasuk pada Dosen yang bukan Islam. “Kita terbuka dan toleransi. Dan itu menjadi ciri kampus Muhammadiyah di Indonesia,” tambahnya menjelaskan.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Provinsi Gorontalo, Dr. Wahyudin Katili, S. STP, MT dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga karena Muhammadiyah terus berkontribusi untuk Bangsa terutama Pendidikan.

“Salah satu program pemerintah provinsi yang dibahas di BAPPEDA yaitu ingin menjadikan Gorontalo sebagai pusat peradaban. Alhamdulillah, MAN Insan Cendikia banyak melahirkan pemuda Gorontalo yang luar biasa, sementara UNG 40 persen mahasiswanya berasal dari luar Gorontalo,” paparnya.

Wahyudin yakin, UMGO kedepan bisa menjadi kampus Unggulan di bawah Komando Prof. Kadim yang sangat berpengalaman mengaktifkan SMA Muhammadiyah di Kota Gorontalo. “Kami sangat paham dengan kondisi sekolah Muhammadiyah, kita harus survive,” tutup Wahyudin yang juga pernah ikut Taruna Melati di Muhammadiyah.

Sesuai pantauan awak media, acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog dengan tema “Menumbuhkan Semangat Mohoyula Dalam Kepemimpinan Sebagai Warisan Budaya Gorontalo Untuk Meminimalisir Perundungan di Lingkungan Sekolah”.

Kegiatan ini dipandu oleh moderator Wakil Rektor III, Dr. Apris Ara Tilome dengan Pembicara Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, Kadis Pendidikan Provinsi, Dr. Wahyudin Katili, S.STP, MT dan Budayawan Gorontalo, Dra. Reiners Bila, dengan peserta diskusi para Kepala Sekolah Muhammadiyah se provinsi Gorontalo, LPMP Provinsi, siswa dan para undangan. (rg-63/HMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *