PEMKOT (RAGORO)- Walikota Gorontalo Marten A. Taha mengungkapkan moderasi beragama merupakan konsepsi yang dapat membangun sikap toleran dan rukun guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. “Gerakan ini dapat membumikan moderasi beragama menjadi suatu topik yang sangat penting terutama di negara kita, bukan karena adanya intoleransi, radikalisme ataupun terorisme. Tapi memang moderasi beragama adalah sebuah pilihan dalam rangka untuk menciptakan suatu kondisi masyarakat yang bersatu, “ujar Marten, pada saat memberikan sambutan kegiatan Tabligh Akbar, bertempat di Masjid Baiturrahim bersama Ansor se Kota Gorontalo, Senin 15/11/21) malam.
Kegiatan itu juga kata Marten, sejalan dengan visi misi Kota Gorontalo dalam mewujudkan Kota Gorontalo yang religius. Mengutip dari buku moderasi beragama berdasarkan isi dalam susunan oleh Kementerian Agama, Marten sebutkan ada empat indikator moderasi beragama. Dari ke empat itu adalah, pertama komitmen kebangsaan, kedua toleran, ketiga harus dapat mengakomodir kebudayaan lokal, dan yang ke empat kekerasan. “Dari empat hal ini yang menjadi indikator didalam komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodatir, dan menampung apa yang menjadi kerarifan lokal agar moderasi beragama tersebut dapat dijalankan ditengah-tengah masyarakat, “ucapnya.
Olehnya itu, dikesempatan tersebut kata Marten, harus dimanfaatkan dengan sebauk-baiknya. Dalam artian, digunakan dengan sebaik mungkin, bukan hanya kepentingan Ansor, akat tetapi kepentingan dan kebersamaan pemuda itu sendiri, dan kebersamaan podja lainnya. Dengan harapan, kegiatan ini bisa diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kegiatan-kegiatan ini akan memberikan hal penting terhadap program-progam kami, olehnya itu, saya berharap ini bisa kita terapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, “tutup Marten.(levi).











