DEKOT (RAGORO)- Didalam mendukung program pemerintah Kota Gorontalo khususnya OPD terkait, Kerukunan Keluarga Anggota Dewan (KKAD) Kota Gorontalo, melakukan study Komparansidi kantor dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, (P3A) Kabuapten Minahasa. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua KKAD Kota Gorontalo, Herlina Sidiki Ikano, Didampingi Sekretaris KKAD, Meyta Tilameo Wahantow, berserta para anggra KKAD lainnya. Mereka Diterima langsung oleh Kepala Dinas P3A Kabupaten Minahasa. Ada banyak hal yang perlu mendapatkan dukungan terutamanyta menyangkut soal P3A, sebab yang berkaitan dengan P3A, belakangan ini masih saja sering terjadi.
Kekerasan atau persoalan lainnya Ketua KKAD Kota Gorontalo, mengatakan kunjungan mereka ke dinas P3A itu tak lain melakukan studibanding yang berkaitan dengan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Untuk itu di kabupaten Minahasa Sendiri mereka mempertanyakan apa saja yang menjadi program didalam penguatan terhadap Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, tentunya ada beberapa hal hal yang mereka sampaikan yang tentunya ini akan menjadi pegangan dan masukan, yang kemudian akan diusulkan di Kota Gorontalo.”yang pada intinya Keluarga harus menjadi pelindung bagi anak dan menjadi garda terdepan bagi pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak.” Kata Herlina Sembari menambahakan, Pendidikan dengan kekerasan, baik fisik maupun psikis sangat tidak baik bagi pertumbuhan otak anak.
Ketika orangtua atau guru melakukan kekerasan pada anak, seringkali mereka merasa sedang mencerdaskan anak, padahal di saat yang sama, mereka sedang memutus sel-sel otak anak. Jika kita ingin menjadikan SDM generasi bangsa yang berkualitas maka kita juga harus ingat akan pentingnya kualitas pengasuhan bagi anak, semua tergantung pengasuhan keluarga dan guru. Kita bisa memberikan yang terbaik pada anak selama kita mau.
Hal yang sama disampaikan Oleh Meyta Wohantow, bahwa orangtua dan pengasuh harus dapat memberikan pengasuhan yang layak dan tanpa kekerasan dan eksploitasi.
“Kekerasan terhadap anak merupakan awal mula kegagalan pengasuhan dan pendidikan anak yang akan berdampak pada kehidupan anak ke depan. Hal ini juga mengakibatkan lemahnya kecerdasan emosi anak dan jiwanya mudah labil sehingga anak rentan melakukan hal menyimpang dan melanggar hukum. Untuk itu, baik orangtua dan pengasuh harus dapat menerapkan pengasuhan dengan penuh kasih sayang, cinta, perhatian, penghormatan, lemah lembut, sopan, menghargai pandangan anak, tanpa kekerasan dan eksploitasi. Hal ini dapat memperkuat kecerdasan emosi anak yang menghasilkan kokohnya daya tahan (resiliensi) anak dari segala ancaman. “pungkasnya.(Fah)











