PEMKOT (RAGORO)- IPM (Indeks Pembangunan Manusia) tahun 2020 di Kota Gorontalo mencapai 77.13 persen (paling tinggi se Provinsi Gorontalo), dan presentase penduduk miskin mencapai 5,59 persen, terendah di Provinsi Gorontalo. Walaupun demikian kata Marten, masih banyak tantangan yang dihadapi. Terutama, adalah kondisi ekonomi global maupun nasional.
“Selama dua tahun ini, kondisi ekonomi global maupun nasional menunjukan perlambatan. Dan diperkirakan masih tetap demikian, dalam beberapa tahun kedepan, perubahan iklim dan isu lingkungan masih jarang di angkat pada tataran pemerintah daerah, dan perlu mendapat perhatian. Situasi ini jelas memerlukan rekontruksi pencapaian pembangunan kita pada saat ini, untuk memudahkan identifikasi persoalan dalam membantu pembangunan dimasa yang akan datang, “ujar Walikota Gorontalo Marten A. Taha, saat membuka kegiatan Fokus Group Discussion (FGD penilitian), pencapaian tujuan pembangunan berkelanhutan/sustainble development Goalds (TPB/SDGs di Kota Gorontalo, belum lama ini.
Untuk memastikan pencapaian agenda pada saat ini, lanjut Marten, kita membutuhkan kemitraan lokal untuk mendukung pencapaian indikator Sustainable Development Goals (SDGs), baik lembaga struktural maupun vertikal. Kemudian kerja sama pembangunan harus difokuskan tidak hanya pada pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan, tapi pemberian rasa aman ahar masyarakat mudah dalam aktivitas perekonomian.
“Kerjasama antara pemerintah dan pihak swasta, untuk mendorong pertumbuhan kota yang dimanis. Saya ingin mendorong kita semua agar menggunakan kesmepatan ini untuk berdiskusi dan bertukar pokoran serta mengeksplorasi solisi-solusi kreatif bagi pelaksanaan agenda, “tutup Marten.(levi).











