Infrastruktur Pendukung Desa Digital

353
ADV
10
Potret kebutuhan infrastuktur pendukung seperti pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di sejumlah daerah. Agar tersambung jaringan internet, guna memenuhi program Desa Digital. (foto: berbagai sumber)

BOTU (RG) – Program Desa Digital yang tengah dirintis jajaran Komisi I Deprov, saat ini, dengan melakukan sosialisasi dan jaring dukungan dari pemerintah di 6 (enam) kabupaten/kota, diyakini akan lebih mendukung sisi pelayanan publik kepada masyarakat sampai di tingkat desa/kelurahan.

Yang lebih cepat, terkonetivitas atau bisa diakses tidak hanya dalam mengetahui plus memenuhi kebutuhan desa/kelurahan itu sendiri, bisa diketahui sampai ke lintas instansi/kementerian di pemerintah pusat.

Bahkan bisa pula, sampai diketahui oleh masyarakat di berbagai belahan dunia manapun. Hal itu tidak lain dikarenakan, kecanggihan akan dunia Teknologi Informatika saat ini, yang dari tahun ke tahun kian pesat perkembangannya.

Olehnya, Ketua Komisi I Deprov, AW Talib, mengharapkan, ditengah pihaknya gencar melakukan sosialisasi akan program Desa Digital ini, pada sisi lain seperti kebutuhan akan infrastruktur pendukung, seperti pembangunan Base Transceiver Station (BTS) atau beragam program agar semua desa di provinsi Gorontalo telah tersambung jaringan internet.

Diharap bersinergi, atau seiring sejalan, mulai dilengkapi pula, sejak saat ini. “Karena target dan harapan kami (Komisi I), itu mulai di tahun 2022, secara bertahap, program akan Desa Digital telah dilakukan di masing-masing desa yang tersebar di provinsi Gorontalo,” harap Talib.

PROMOSI UMKM

Karena dampaknya, kata AW Talib, dengan Desa Digital, tidak hanya bermanfaat atau mendulang keuntungan pada sisi informasi yang begitu cepat, bisa diakses oleh siapa saja.

“Namun juga pada sisi penguatan dan perkembangan ekonomi di masing-masing desa, akan terbantukan. Seperti bisa menjadi sarana promosi bagi UMKM di desa masing-masing. Karena dengan digitalisasi, akses informasi apa saja, bisa diterima oleh masyarakat di seluruh dunia. Iya kan?” pungkas mantan Sekkot Gorontalo ini. (ayi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *