oleh

Ujicoba Pelajaran Tatap Muka Bulan September Dimulai, Walikota : Sistem Pelaksanaannya Secara Bertahap

PEMKOT (RAGORO)- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di wilayah hukum Kota Gorontalo hingga saat ini masih dengan kriteria Level 3 (tiga), atau berada dalam Zona Oranye.

Berdasarakan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri nomor 03/KB/202l, nomor 384 TAHUN 2021, nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, nomor 440-717 tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen (lima puluh persen), kecuali untuk, SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62 persen (enam puluh dua persen) sampai dengan 100 persen (seratus persen) dengan menjaga jarak minimal 1,5m (satu koma lima meter) dan maksimal 5 (lima) peserta didik per kelas dan b) PAUD maksimal 33 persen (tiga puluh tiga persen) dengan menjaga jarak minimal 1,5m (satu koma lima meter) dan maksimal 5 (lima) peserta didik per kelas.

Menyikapi hal itu, Walikota Gorontalo Marten A. Taha memastikan pelaksanakan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di satuan Pendidikan Kota Gorontalo akan segera dibuka, dengan sistem secara bertahap. “Kagiatan PTM bulan depan (september),akan dimulai dengan masa ujicoba.

Sistem pelaksanaannya secara bertahap, dengan kapasitas pelajar 50 persen, “ujar Marten saat di wawancarai, Sabtu (28/8/21).

Ujicoba dimaksudkan, memprioritaskan sekolah yang telah memenuhi syarat dibukanya PTM terbatas dimasa pandemic covid-19.

Bukan saja itu, untuk memenuhi persyaratan PTM, dirinya juga telah memerintahkan Dinas Pendidikan melakukan sejumlah persiapan sebelum memulainya.

Menurutnya, kegiatan PTM dimasa pandemic Covid -19, tentu tidak akan sama dengan waktu normal sebelumnya. “Satuan pendidikan wajib menjalani ketentuan yang dipersyaratkan yaitu seperti protkes, sarana parasarana penunjang, tenaga pengajar yang tervaksinasi, serta pengaturan sift jam masuk siswa,” jelas Marten.

Lanjut, Marten juga mengatakan, Pemerintah Kota Gorontalo juga sudah membuat Perwako sebagai pijakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka nanti.

“Dari segi regulasi kami telah membuat perwako, terkait dengan SOP mekanisme pelaksaannya. Sampai saat ini kami masih menunggu evaluasi dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, “ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Lukman Kasim menambahkan, pembukaan PTM di Kota Gorontalo mendapat respon baik oleh masyarakat.

Menurutnya, pernyataan dukungan itu berdasarkan realase data dari dinas Pendidikan Kota Gorontalo, menyebut persetujuan orang tua siswa SD dan SMP telah mencapai 91 persen.

“Sejumlah instrumen ini yang harus dipersiapkan sekolah sebelum memulai PTM, sebagimana diatur dalam keputusan bersama 4 menteri tertanggal 30 maret 2021 selain kesiapan sarana prasarana, “tandasnya.(tr11).

Don't Miss

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.