Muh. Firyal Raih Gelar Doktor Administrasi Publik di UNHAS Makassar

634
ADV
10
FOTO bersama usai Ujian Promosi Doktor Muh. Firyal Akbar, di Aula Prof. Syukur Abdullah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar.

KAMPUS (RAGORO) – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Muh. Firyal Akbar berhasil meraih gelar Doktor di Bidang Administrasi Publik dalam Promosi Doktor, Senin kemarin (27/12), di Aula Prof. Syukur Abdullah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar.

Dalam promosinya, Muh. Firyal yang merupakan dosen di Program Studi (Prodi) Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universutas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) itu menguraikan Desertasinya yang berjudul “Analisis Adaptive Governance Dalam Pengelolaan Danau Limboto di Kabupaten Gorontalo”.

Sebagai Promotor hadir Prof. Dr. Alwi, M.Si, Ko Promotor I, Dr. Nur Indrayati Nur Indar, M.Si, Ko Promotor II, Dr. Muh. Tang Abdullah, M.AP, Penguji Internal, Prof. Dr. Muh. Akmal Ibrahim, M.Si, Dr. Muhammad Yunus, MA, Dr. Badu Ahmad, M.Si dan Penguji Eksternal adalah Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong serta Pimpinan Sidang Dekan FISIP UNHAS, Prof. Dr. Armin, M.Si.

Berdasarkan masalah dalam penelitian terkait Analisis Adaptive Governance Dalam Pengelolaan Danau Limboto di Kabupaten Gorontalo, Muh. Firyal menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo belum siap untuk melakukan resilence/bertahan dalam menghadapi perubahan lingkungan, dalam hal ini kondisi Danau Limboto yang semakin terdegradasi.

Dari penggunaan Fitur Adaptive Governance (AG) dalam penelitian ini, maka kesimpulannya, kata Firyal, adalah motivasi dan isu sebagai fitur AG antar sektor, baik itu sipil, privat dan pemerintah. Masing-masing memiliki keinginan yang sama dalam pengelolaan Danau Limboto.

“Struktur pengelolaan Danau Limboto sebagai fitur AG dari hasil yang didapatkan menunjukkan terjadinya kelemahan dalam hal koordinasi dan sinergi program terkait pengelolaan Danau.

Jaringan sebagai fitur AG dengan melihat arus pertukaran sumberdaya dari masing-masing sektor juga belum efektif pelaksanaanya, khususnya di sektor sipil. Masing- masing pihak memainkan peran dalam pengelolaan danau, dan fitur AG dianggap belum mewakili secara utuh pengelolaan Danau Limboto, khususnya pada fitur jaringan,” tutupnya.

Kebahagiaan pun terpancar dari wajah Firyal panggilan akrabnya karena berhasil melewati jenjang studi Doktoral. Sesuai pantauan awak media, para dosen UMGO seperti Widya Kurniati Mohi, S.IP.,M Si, para Wakil Rektor, para Dekan, Pimpinan dan Staf LPPM, para Dosen di Lingkungan UMGO serta Keluarga Besar Mamuju, Gorontalo hingga istri tercinta Muh. Firyal hadir dalam kegiatan ini. (rg-63/HMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *