Berpartisipasi Dukung Program Moderasi Beragama, Walikota Marten A. Taha, Terima Penghargaan Dari Menteri Agama RI

534
ADV
10
Walikota Marten A. Taha saat memberikan sambutan pada acara pencanangan hari amal bhakti kementerian agama RI Ke- 76, Ahad (26/12, Foto Hms).

PEMKOT (RAGORO)- Masuk darah berprestasi untuk mendukung program moderasi beragama dan penguatan fungsi penyuluh agama, Walikota Gorontalo Marten A. Taha kembali terima penghargaan dari Menteri Agama Republik Indonesia.

Hal ini terungkap pada acara pencanangan hari amal bhakti kementerian agama RI Ke- 76 tahun 2021 tingkat Kota Gorontalo, Ahad (26/12/21) kemarin.

“Tentunya saya atas nama Pemerintah Kota Gorontalo menyampaikan selamat hari amal bakti Kementerian Agama ke-76 yang tentunya tema yang diangkat tahun ini sangatlah relevan kondisi dan situasi yang dihadapi, “ujar Walikota Gorontalo Marten A. Taha saat di minta penjelasan.

Terkait dengan sistem pelayanan baik dari pusat hingga ke pemerintah daerah tersebut Marten sampaikan sudah berbasis elektronik. Dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik ini kata Marten, harus melebur disemua sistem pelayanan, termasuk di kementerian beragama.

“Jadi tema yang diangkat didalam hari amal bhakti ini saya kira sangat relevan sekali. Seperti yang dilakukan oleh kementerian beragama Kota Gorontalo dengan berbagai inovasi pelayanan yang diharapkan mampu memberikan kemudahan kepada warga masyarakat yang beroleh layanan tersebut, “ucapnya.

Lanjut, jika kementerian agama Kota Gorontalo mampu menghadirkan sistem pelayanan masyarakat (Internal dan eksternal) yang serba cepat, murah mudah dan transparan berbasis teknologi (transformasi digital), maka masyarakat Kota Gorontalo kata Marten, pun akan sangatlah berbahagia dan sangat terbantu.

Kebijakan besar ini membutuhkan komitmen, keseriusan dan keberanian mengambil langkah-langkah tidak biasa untuk melampui terget-terget normal yang ingin dicapai.

“Saya mengajak kita semua, mari mengedepankan akal sehat dan hikma/kebijakan dalam menyikapi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan saat ini maupun di masa-masa yang akan datang, “tandas Marten.(lev).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *