Mahapatika Unigo Berkibar di Bumi Kendari, TWKM XXXV Halu Oleo

88
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KENDARI – Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) XXXV Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Perguruan Tinggi Se-Indonesia resmi dibuka Kamis (22/10/26), di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Pekikan Salam lestari ciri khas para penggiat alam perguruan tinggi itu pun bergema di Aula Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO) yang mempertemukan seluruh para pegiat alam bebas ini.

Acara pembukaan secara resmi dilakukan oleh Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., menandai dimulainya segala rangkaian kegiatan nasional yang mempertemukan para mahasiswa pencinta alam dari berbagai penjuru tanah air.

Mengusung tema “Hilirisasi Hijau Kolaborasi Pemuda dan Industri untuk Indonesia Emas 2045”, TWKM XXXV tahun ini menitikberatkan pentingnya peran generasi muda dan sektor industri dalam mendorong pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan dan ramah lingkungan demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum MAHAPATIKA UNIGO, Rini Saihi, mengungkapkan apresiasi dan antusiasmenya atas terselenggaranya ajang bergengsi ini.

“Tema hilirisasi hijau sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini. Melalui TWKM XXXV, kami berharap para pemuda, khususnya mahasiswa pencinta alam, tidak hanya tangguh dalam menjelajah alam, tetapi juga memiliki kesadaran kritis serta kontribusi nyata dalam mengawal pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Rini Saihi.

Rangkaian Kenal Medan diberbagai destinasi unggulan agenda inti yang paling dinantikan, kegiatan Kenal Medan pada TWKM XXXV kali ini membagi para peserta ke dalam tiga divisi petualangan utama di wilayah Sulawesi Tenggara.

Kenal Medan Gunung Hutan dilaksanakan di Pegunungan Mekongga, Kabupaten Kolaka Utara, menguji ketahanan fisik dan navigasi darat di salah satu bentang alam hutan hujan tropis yang menantang.

Diving Dipusatkan di perairan Wakatobi, mengeksplorasi keanekaragaman hayati bawah laut dan konservasi terumbu karang kelas dunia.

Kenal Medan Rock Climbing (Panjat Tebing) Digelar di Kabupaten Konawe Utara, menguji keahlian teknik dan keberanian di medan tebing alam.

” TWKM XXXV tahun ini diikuti oleh 104 mahasiswa yang merupakan delegasi dari 30 Mapala perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi dan peningkatan kapasitas teknik kepecintaalaman, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat jaringan kolaborasi lintas kampus dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.” Ujar Ketua Umum Rini Saihi.

Untuk Mahapatika Unigo sendiri ambil bagian pada forum nasional TWKM XXXV ini yakni pada Temu Wicara dipusatkan didalam lingkungan kampus dan Gunung hutan. ” Karena kami berempat. Jadi kami membagi dua kelompok. Dua di temu wicara. Dan dua di kenal Medan Gunung hutan Mekongga. ” Ucapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *