KAMPUS (RGNEWS.COM) – Pembina Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Pohalaa (YPDLP) Gorontalo, Dr. Rolli Paramata, SE., MM, menegaskan, budaya Gorontalo semakin tergilas oleh budaya luar yang masuk melalui media sosial.
Jika tidak dibentengi, budaya tersebut akan membuat kehidupan masyarakat menjadi tidak lebih baik.
Hal itu disampaikan Dr. Rolli Paramata dalam acara penutupan rangkaian kegiatan dalam rangka milad YPDLP Gorontalo di pelataran kampus Universitas Gorontalo, Selasa (20/10) malam.
“Budaya kita semakin tergilas oleh budaya-budaya yang menghakimi kehidupan kita menjadi tidak lebih baik. Oleh karena itu, kehadiran lembaga ini diharapkan akan sejalan dengan apa yang menjadi cita-cita Pak Rektor, untuk menjadikan Universitas Gorontalo ini menjadi universitas yang baik dan melahirkan orang-orang yang memiliki nilai luhur,” ujar Dr. Rolli Paramata.
Menurutnya, budaya bukan sekadar tradisi, tetapi sebuah tatanan yang mengatur kehidupan sosial agar tetap berjalan dalam koridor yang baik.
“Budaya adalah sebuah pemerintahan yang menjaga kita untuk tidak melenceng dari kaedah-kaedah yang telah disepakati bersama,” jelasnya.
Sejarah Panjang Gorontalo
Dr. Rolli juga menyinggung sejarah Gorontalo sebagai daerah yang menyatakan diri merdeka pada tahun 1942, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia secara nasional.
Ia menyebut, dari sisi tatanan adat dan sejarah, Gorontalo memiliki kekuatan besar yang tidak dimiliki daerah lain, khususnya dalam masalah sejarah kehidupan berbagai bangsa dan perniagaan.
Ia juga mengingatkan sejarah berdirinya YPDLP Gorontalo 45 tahun yang lalu.
“Filosofinya cukup besar. Mereka mendirikan ini bukan untuk kepentingan sesaat, tetapi untuk melahirkan generasi yang memahami sejarah dan budaya Gorontalo,” kata Dr. Rolli.
Harapan untuk Universitas Gorontalo
Pembina YPDLP Gorontalo itu berharap Universitas Gorontalo dapat menjadi pusat penguatan budaya dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai luhur Gorontalo.
Ia juga menyinggung fenomena alam yang terjadi saat ini, seperti hujan yang tidak kunjung turun, sebagai pengingat bagi manusia untuk kembali kepada ajaran agama dan nilai-nilai budaya yang mengajarkan keseimbangan hidup.
“Apa yang terjadi di lingkungan kita sekarang, hujan tidak mau turun. Ini salah satu tanda untuk mengingatkan bahwa hidup sekarang adalah kehidupan yang telah mengabaikan agama-agama kita,” ujar Dr. Rolli.
Ia menutup sambutannya dengan harapan agar Universitas Gorontalo terus berkontribusi dalam melestarikan budaya Gorontalo dan mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penguatan nilai-nilai lokal. (*)











