KAMPUS (RGNEWS.COM) – Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a (YP-DLP) Gorontalo menegaskan Milad ke-45 tahun ini menjadi titik balik untuk menciptakan kembali nilai seni, adat, dan budaya yang ada di Provinsi Gorontalo.
Hal itu disampaikan Sekretaris Dewan Pengurus YP-DLP Gorontalo, Dr. Marten Bunga, SH., MH, selaku Panitia Pelaksana Milad ke-45, saat membuka rangkaian kegiatan di Halaman Kampus Universitas Gorontalo (Unigo), Limboto, Jumat (16/10/2026).
“Kegiatan ini merupakan titik balik kami. Dalam hal ini, YP-DLP akan menciptakan kembali nilai seni, adat, dan budaya yang ada di Provinsi Gorontalo,” kata Marten.
Menurut Marten, kegiatan Milad tidak sekadar seremonial. Ia melibatkan tokoh akademisi, tokoh adat, budayawan, serta perwakilan kerajaan dan pohala’a yang ada di Gorontalo.
Mereka berasal dari Kerajaan Limutu (Limboto), Kerajaan Tiyombu (Suwawa), Kerajaan Hulondalo, Pohala’a Atinggola, Pohala’a Bulango, serta Kerajaan Bintauna.
Bentuk kegiatan yang digelar meliputi lima agenda utama.

Pertama, festival seni dan budaya daerah. Kedua, penampilan kelompok seni dari lima kerajaan Pohala’a. Ketiga, pameran produk budaya dan UMKM yang saat ini sudah terpajang di halaman kampus. Keempat, diskusi pelestarian nilai adat Gorontalo. Terakhir, ramah tamah serta silaturahmi kebudayaan.
Marten menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Dewan Pembina Yayasan, Ketua Yayasan, serta jajarannya sehingga pelaksanaan Milad dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.
Milad ke-45 YP-DLP Gorontalo berlangsung 16-20 Oktober 2026 di Halaman Kampus Universitas Gorontalo, dengan tema MAKUTA: Mandiri, Kompetitif, Unggul, Tangguh, dan Berbudaya. (*)











