Unigo Kini Miliki 2 dari 4 Program Doktor di Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah
KAMPUS (RGNEWS.COM) – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVI, Dr. Munawir Sadzali Rajak, S.IP., M.A., menyebut Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a sebagai yayasan paling aktif di wilayahnya.
Dari 83 perguruan tinggi yang berada di bawah LLDikti Wilayah XVI yang tersebar di tiga provinsi, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah, tidak ada yayasan yang menyamai aktivitas Yayasan Duluwo Limo Lo Pohala’a.
“Saya sangat terkesan karena kampus ini memiliki yayasan yang sangat aktif. Rasanya tidak ada badan penyelenggara yang menyamai aktivitas dari yayasan Duluwo Limo Lo Pohala’a ini,” kata Munawir dalam sambutan pada malam penutupan dalam rangkaian Milad ke-45 YPDLP Gorontalo, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, sebagian besar yayasan penyelenggara perguruan tinggi hanya sekadar nama. Jangankan aktivitas lain, pembinaan perguruan tingginya saja kurang berjalan.
“Tapi kita lihat Yayasan DLP ini, selain menyelenggarakan perguruan tinggi juga aktif dalam berbagai bidang. Strukturnya luar biasa lengkap, dari pembina, pengurus, pengawas, ada divisi-divisi, ada DPKA. Ini menunjukkan yayasan ini memiliki visi dan tujuan yang pasti,” ujarnya.
Munawir mengingatkan, 45 tahun lalu para pendiri yayasan memulai langkah di saat akses pendidikan tinggi di daerah ini tidaklah mudah. Mereka tidak menunggu keadaan ideal, mereka memilih untuk memulai.
“45 tahun kemudian, langkah itu telah menjelma menjadi Universitas Gorontalo yang kita kenal saat ini. Dengan peringkat Baik Sekali, ribuan mahasiswa, ribuan alumni yang tersebar di masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, usia 45 tahun bukan sekadar angka, melainkan akumulasi kepercayaan masyarakat yang tidak bisa dibeli dan hanya bisa dibangun dengan konsistensi.
Dalam sambutannya, Munawir mengurai tema milad tahun ini ke dalam tiga gagasan besar: mengabdi untuk pendidikan, merawat budaya, dan membangun manusia unggul untuk Indonesia.
Pertama, mengabdi untuk pendidikan. Ia berterima kasih kepada yayasan karena telah membantu pemerintah memberi akses pendidikan tinggi. Pemerintah tidak bisa menanggung semua mahasiswa.
“Oleh karena itu, mewakili pemerintah kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan DLP yang telah berpartisipasi mencerdaskan kehidupan bangsa melalui Universitas Gorontalo,” ujarnya.
Kedua, merawat budaya. Menurutnya, merawat budaya bukan berarti melangkah ke belakang, tetapi memastikan kita tahu dari mana kita berasal sebelum melangkah maju di tengah arus globalisasi dan teknologi.
“Di tengah maraknya teknologi, banyak anak muda kita yang sudah terpapar budaya asing. Ikhtiar yayasan untuk melestarikan adat dan budaya ini perlu kita dukung,” kata Munawir.
Ketiga, membangun manusia unggul. Hal itu sejalan dengan kebijakan LLDikti bahwa keunggulan perguruan tinggi bukan diukur dari megahnya bangunan, tetapi dari seberapa besar manfaat lulusannya bagi masyarakat.
Sebagai bukti kepercayaan, kata Munawir, pemerintah kembali memberi kepercayaan kepada Yayasan DLP dan Unigo untuk menyelenggarakan program doktor untuk dua program studi sekaligus: Program Doktor Hukum dan Program Doktor Manajemen.
“Dengan demikian, Unigo menjadi perguruan tinggi di Wilayah XVI dengan program studi S3 terbanyak. Di Wilayah XVI hanya ada empat program studi doktor dan dua diantaranya ada di kampus ini. Ini sesuatu yang perlu kita syukuri,” ujarnya.
Munawir juga memuji tata kelola yayasan yang dinilai sangat lengkap, bahkan memiliki unit khusus seperti Satuan Pengawasan Internal (SPI), badan pengawas keuangan dan aset.
“Ini akan sangat efektif untuk memastikan kampus ini tetap diselenggarakan sejalan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan nirlaba,” katanya.
Ia mengajak Yayasan DLP dan Unigo untuk terus mempersiapkan diri karena perjalanan ke depan tidak lebih ringan. Perguruan tinggi dituntut makin akuntabel, makin bermutu, dan makin terhubung dengan kinerja dan kebutuhan masyarakat.
“45 tahun adalah modal yang berharga. Saya tidak begitu khawatir, karena ada yayasan yang dikelola dengan berbagai perangkatnya yang sangat lengkap,” pungkas Munawir. (*)











