Peringatan Ketua Yayasan Unigo : Jangan Jadikan Mahasiswa Sapi Perahan

141
ADV
10

KAMPUS (RGNEWS.COM) – Hampir seribu mahasiswa baru Universitas Gorontalo (Unigo) yang mengikuti PKKMB 2026 bukan sekadar angka bagi kampus.

Di balik mereka ada orang tua yang menitipkan anak-anaknya untuk dididik, dibimbing dan dipersiapkan menjadi generasi penerus bangsa.

Karena itu, Ketua Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a (YPDLP) Gorontalo, Dr. Moh. Rolli Paramata, SE.,MM selaku badan penyelenggara Universitas Gorontalo (Unigo) mengingatkan seluruh unsur kampus perjuangan itu agar memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal dan menjaga kepercayaan para orang tua mahasiswa.

Pesan itu disampaikan dalam rangkaian pengukuhan mahasiswa baru Unigo yang baru saja mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), 7-9 September 2026.

Rektor, para wakil rektor, dekan, dosen hingga tenaga kependidikan diminta tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga memberikan pendampingan kepada mahasiswa dengan penuh tanggung jawab.

“Mereka-mereka calon putra-putri penerus bangsa, penerus adat istiadat, budaya, dan segala harapan-harapan yang ada pada mereka,” tegasnya.

Ia meminta mahasiswa diperlakukan dengan baik dan seluruh proses pendidikan dijalankan sesuai standar.

Peringatan keras juga disampaikan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan mahasiswa untuk kepentingan pribadi.

“Jangan jadikan mahasiswa sebagai sapi perahan untuk memperkaya diri pribadi, apalagi secara institusional ada penindasan-penindasan yang terjadi pada mereka,” ujarnya.

Menurutnya, Universitas Gorontalo harus menjadi lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi integritas.

Seluruh proses akademik harus berjalan dengan jujur, amanah dan dapat dipercaya oleh masyarakat yang telah menitipkan putra-putrinya di kampus tersebut.

Mo’odelo Jadi Bekal Mahasiswa

Selain menyoroti pelayanan pendidikan, Rolli juga memberikan apresiasi terhadap komitmen Unigo memasukkan unsur adat dan budaya Gorontalo dalam aktivitas akademik.

Mahasiswa baru disebut telah menerima pesan adat atau baiat sebagai bagian dari penerimaan mereka di lingkungan Universitas Gorontalo.

Karena itu, mahasiswa diminta menghormati serta menjunjung tradisi dan adat yang hidup di lingkungan Gorontalo.

Langkah Rektor Unigo Dr. Robby Hunawa bersama jajaran yang memasukkan unsur budaya dalam kegiatan kampus juga mendapat apresiasi.

Menurutnya, pendidikan mahasiswa tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian gelar sarjana. Ada karakter yang harus dibangun selama proses tersebut. Karakter itu kemudian dirangkum dalam nilai Mo’odelo.

Mahasiswa diharapkan mampu membawa nilai tersebut ketika berada di tengah masyarakat, termasuk setelah menyelesaikan pendidikan dan menyandang gelar sarjana.

“Kita bertekad perbaikan terhadap kurikulum, terhadap fasilitas, terhadap semua unsur yang bisa mendukung itu. Kami 100 persen memusatkan perhatian untuk itu,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh unsur kampus bergandengan tangan menunjukkan bahwa Universitas Gorontalo merupakan lembaga yang memiliki integritas dan moral serta layak dipercaya untuk mendidik putra-putri terbaik bangsa.

Siapkan Milad Yayasan

Dalam kesempatan tersebut, Rolli juga menyampaikan rencana rangkaian Milad Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a Gorontalo (YPDLP) 2026.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung 12 hingga 20 Oktober 2026. Sejumlah agenda disiapkan, di antaranya pagelaran budaya, seminar dan pameran.

Agenda tersebut juga direncanakan terintegrasi dengan kehadiran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Universitas Gorontalo.

Selain itu, Universitas Gorontalo direncanakan menjadi lokasi Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LLDIKTI XVI yang akan mempertemukan pimpinan perguruan tinggi dari Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

Disebutkan, terdapat 82 perguruan tinggi di wilayah tersebut yang akan terlibat dalam agenda tersebut.

Rangkaian kegiatan itu diharapkan menjadi momentum memperkuat posisi Universitas Gorontalo sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga menjaga budaya, integritas dan nilai moral.

Sebab, di balik setiap mahasiswa yang masuk ke kampus, ada kepercayaan orang tua yang harus dijaga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *