Magang Gizi Kesmas dan Praktik Kerja Lapangan
KAMPUS (RGNEWS.COM) – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Gorontalo bersiap menerjunkan mahasiswa untuk melakukan pengabdian masyarakat.
Sebanyak 36 mahasiswa Program Studi S1 Gizi akan diterjunkan mendampingi keluarga sadar gizi melalui pendekatan Program 8.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam bentuk Magang Gizi Kesmas.
Sementara 10 mahasiswa Program Studi D-IV Rekam Medik Manajemen Informasi Kesehatan akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Sebelum turun ke lapangan, para mahasiswa mendapatkan pembekalan yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Gorontalo, Selasa (02/06/2026).
Pembekalan disampaikan oleh Olan Jusuf, S.ST., M.Si., yang memberikan materi terkait teknis pelaksanaan kegiatan, strategi pendekatan kepada masyarakat, etika profesi, serta target capaian yang harus dipenuhi mahasiswa selama berada di lokasi penugasan.

Dekan FKM Universitas Gorontalo, Dr. Rahmawati, S.KM., M.Kes., mengatakan kegiatan magang dan PKL merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam situasi nyata.

Tema Magang Gizi Kesehatan Masyarakat tahun ini, yakni “Pendampingan Keluarga Sadar Gizi Melalui Pendekatan Program 8.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)”.
Ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan kesadaran gizi di tingkat keluarga.
Melalui program tersebut, mahasiswa akan melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga fase tumbuh kembang anak.
Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya keluarga yang lebih sadar terhadap pentingnya gizi bagi generasi masa depan.
Magang Gizi Kesmas akan berlangsung mulai 3 Juni hingga 2 Juli 2026. Sementara itu, mahasiswa Program Studi D-IV Rekam Medik Manajemen Informasi Kesehatan akan melaksanakan PKL mulai 8 Juni hingga 27 Juli 2026 di sejumlah instansi dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Magang dan PKL itu diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program-program kesehatan yang berbasis kebutuhan lapangan. (*)











