Dinkes PPKB Gorontalo Gandeng Akademisi Perkuat Penanganan Krisis Kesehatan
KAMPUS (RGNEWS.COM) – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo (FKM Unigo) mengambil peran strategis dalam penguatan kapasitas tenaga kesehatan melalui Pelatihan Gizi Bencana bagi Tenaga Kesehatan Provinsi Gorontalo Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Gorontalo.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Mei 2026 di Hotel Grand Q Kota Gorontalo itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan.

FKM Unigo turut dipercaya sebagai mitra akademik, dengan Dekan FKM Unigo, Dr. Rahmawati, S.KM., M.Kes, didaulat sebagai salah satu pemateri.
Pelatihan tersebut diikuti peserta dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo, puskesmas lokus penanggulangan krisis kesehatan, serta kalangan akademisi dari Universitas Gorontalo dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Peserta dari Dinas Kesehatan merupakan penanggung jawab program gizi masyarakat dan penanggulangan krisis kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Sementara peserta dari puskesmas berasal dari wilayah yang menjadi lokus penanggulangan krisis kesehatan tahun 2026, yakni Puskesmas Dumbo Raya (Kota Gorontalo), Puskesmas Limboto (Kabupaten Gorontalo), Puskesmas Bone Pantai (Bone Bolango), Puskesmas Tomilito (Gorontalo Utara), Puskesmas Paguyaman Pantai (Boalemo), dan Puskesmas Paguat (Pohuwato).

Selain itu, BPBD mengirimkan koordinator maupun staf yang membidangi kedaruratan, sedangkan Dinas Sosial menghadirkan anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang bertugas pada layanan dapur umum saat tanggap darurat bencana.
Kehadiran akademisi dalam pelatihan ini dinilai penting untuk memperkuat pendekatan ilmiah dalam penanganan masalah gizi pada situasi darurat.
Materi yang diberikan tidak hanya membahas aspek teknis pemenuhan kebutuhan gizi bagi kelompok rentan saat bencana, tetapi juga strategi koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan krisis kesehatan.

Melalui pelatihan tersebut, pemerintah daerah berharap kapasitas sumber daya manusia di sektor kesehatan dan kebencanaan semakin meningkat sehingga mampu memberikan layanan yang cepat, tepat, dan sesuai standar ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat kesehatan di wilayah Gorontalo.
Keterlibatan FKM Unigo dalam kegiatan itu sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam penguatan sistem kesehatan masyarakat dan penanggulangan bencana berbasis keilmuan di daerah. (*)











