Didaulat Ketua Delegasi Indonesia di Malaysia, Rudy Salahudin ‘Jual’ Gorontalo di Forum EAGA

949
ADV
10
Pj gubernur Gorontalo Rudy Salahudin saat memimpin delegasi Inonesia di (BIMP-EAGA CMGLF) di Sabah Malaysia, Rabu 16/10/2024) kemarin Photo kominfotik)
  • Editor  : Sahril Rasid
  • Kontributor : Mei Dama,Haris

GORONTALO (RGNEWS)—Rudy Salahudin Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.  Didaulat sebagai ketua delegasi Indonesia di forum 6th Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area Chief Ministers, Governors, and Local Governments’ Forum (BIMP-EAGA CMGLF)  berlangsung di di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia  (16/10/2024).

 Di Forum tersebut Rudy Salahuddin  dan delegasi Indonesia membawa misi peningkatan kerja sama antara negara asean yang tergabung dalam ASEAN Growth Area Chief Ministers, Governors, and Local Governments’

Menariknya di kesempatan tersebut, Rudy Salahudin yang percayakan presiden sebagai penjabat gubernur Gorontalo membahas soal peluang investasi di Indonesia, salah satunya adalah Provinsi Gorontalo.

Rudy menyentil soal peluang investasi dari sejumlah negara asean untuk bekerja dibidang perikanan, pariwisata, pertanian ,perikanan dan peternakan.

Tapi secara keseluruhan, delegasi Indonesia ini membuka peluang pengusaha di negara negara asean untuk datang ke Indonesia, khususnya di Indonesia Timur.

Ini dibuktikan dengan ditetapkannya Ibu Kota Nusantara di Kalimantan, yang diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi baru di kawasan timur Indonesia..

“Peluang investasi di industri berbasis pertanian yang bisa dikembangkan di Provinsi Gorontalo ada sapi potong dengan ketersediaan pakan hijauan unggul di Kabupaten Boalemo dan budidaya rumput laut di Pohuwato. Di Kalimantan Utara ada pengembangan padi Adan dan organik,” papar Rudy Salahudin seperti dikutip dari Situs Resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Rudy juga mengusulkan BIMP-EAGA membangun destinasi wisata terpadu.

Tak lupa ia mempromosikan sejumah destinasi wisata unik di Gorontalo yang bisa dikembangkan, di antaranya Pulau Saronde, Lombongo, Benteng Otanah, taman laut Olele, Danau Limboto, dan wisata religi di Desa Bubohu.

“Kawasan BIMP-EAGA mempunyai potensi wisata yang unik. Kami mengusulkan untuk menjalin kerja sama antar daerah di bidang pariwisata,” ujarnya.

Lebih lanjut Pj. Gubernur Gorontalo mendorong peningkatan kerja sama dan konektivitas antar wilayah perbatasan, maritim, dan ekspor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekspor di Pelabuhan Indonesia-EAGA pada tahun 2023 turun sebesar 16 persen dengan nilai USD8.998,34, yang pada tahun sebelumnya tercatat sebesar USD10.673,09.
Sementara untuk impor di tahun 2023 mencapai USD5.636,02, atau naik dari tahun 2022 sebesar USD3.841,92.

Rudy Salahuddin dalam paparannya juga menyampaikan perlunya penguatan peran pemerintah daerah dalam BIMP-EAGA.

Menurutnya, pemerintah daerah memainkan peranan penting dalam menghubungkan kegiatan perekonomian di kawasan BIMP-EAGA.

Menyelaraskan, mendukung, dan memanfaatkan kerja sama dengan mitra pembangunan, pertukaran infomasi dan data, peningkatan kapasitas, serta membangun mekanisme kelembagaan yang stabil untuk CMGLF.

“BIMP-EAGA harus menjadi inisiatif praktis untuk mempersempit kesejangan pembangunan dengan menciptakan peluang ekonomi dan menghubungan kegiatan lintas batas,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *