GORONTALO (RAGORO) – Walikota pastikan ASN Kota bebas HIV, tetapi dia ragu aparatnya bebas narkoba. Untuk itu, orang nomor satu di Kota Gorontalo ini akan melakukan tes narkoba secara masal. Belum dipastikan kapan tetapi dia memastikan itu akan dilaksanakan.
Seperti diberitakan kemarin, Walikota Marten Taha tidak hanya meninggalkan pembangunan infrastruktur yang monumental, tetapi dia ingin meninggalkan yang lebih hebat dari itu semua. Sepuluh tahun memimpin Kota Gorontalo, dia ingin menghasilkan anak-anak milenial yang sehat, cerdas, dan unggul.
Dan itu akan kelihatan pada 2035 mendatang, dan ketika itu mereka sudah berusia 17 sampai 18 tahun. Program terpadu ke arah itu, kata Marten sudah diterapkan sejak 2018 lalu lewat program tancap nikah, stunting, perbaikan kawasan kumuh dan sebagainya.
Sekadar catatan ternyata beberapa tahun silam Walikota juga sudah melakukan tes HIV di kalangan mahasiswa UNG dan hasilnya negatif. Di Kota Gorontalo tercatat ada lebih dari 230 orang yang menderita HIV, dan dari jumlah itu ada 70 orang yang sudah meninggal.
Pemicunya adalah mereka-mereka yang pernah tinggal di Kota-Kota besar. Menanggapi apa yang diungkapkan Walikota pada acara Media Gathering yang digelar Bappeda, Ketua Komisi A Dekot Erman Latjengke memberikan dukungan besar terhadap gagasan besar Marten Taha.
“kita semua wajib memberikan dukungan terhadap program generasi unggul itu,” kata Erman. Sementara untuk HIV dan Narkoba, politisi Demokrat ini terus gencar meneriakkan agar dua masalah itu menjadi PR Pemkot dan Polres.
Dia meminta Pemkot dan Polres menjadikan Kota Gorontalo bebas Narkoba, Miras dan juga tempat esek-esek, agar Gorontalo bebas dari Virus HIV. “ayo kita sukseskan apa yang sudah dimulai Walikota Marten Taha,” pungkasnya. (LaAwal-46)











