KABGOR – Festival malam qunut yang terus menjadi budaya masyarakat dibulan suci Ramadhan bakal disuarakan untuk menjadi ajang festival wisata.
Festival ini berhasil menyedot perhatian warga kali ini digelar di dua lokasi, yakni di Kecamatan Batudaa dan Kecamatan Tabongo. Kental dengan nuansa religi dan budaya Festival ini rencananya bakal masuk dalam kalender wisata tahunan Kabupaten Gorontalo. Ini disampaikan Wakil Bupati Gorontalo Hendra S Hemeto ketika menutup rangkaian Festioval Qunut di Kecamatan Tabongo, Minggu (17/4/2022) kemarin.
“Akan kita masukkan dalam agenda pariwisata tahunan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan sebelum pemberian izin, festival Qunut melalui perdebatan yang panjang. Alasannya masih dalam kondisi pandemic Covid-19. Namun mengingat festival ini sudah menjadi budaya yang mengakar, dan menjadi momentum kebangkitan ekonomi warga. Karena itu pemerintah memberikan izin dengan aturan yang ketat.
“Tapi setelah kita rundingkan, keputusan pak bupati festival ini bisa dilaksanakan di dua lokasi. Dan saya bangga serta bahagia melihat antusias warga yang meramaikan festival ini,” tutur Wabup.
Terlebih jika melihat masyarakat yang patuh dengan pealsakaan protokol kesehatan, dan vaksinasi. Ia menjelaskan apa pun kegiatan saat ini harus tetap mengedepankan protocol Covid-19, dan juga vaksinasi minimal dua dosis, serta mengedepankan stabilitas keamanan.
“Karena itu saya menyampaikan terimakasih kaih pada pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan juga panitia yang sudah menerapkan semua aturan. Kegiatan seperti ini harus terus kita lakukan, agar geliat ekonmi di masa pandemic bisa ada,” pungkas Hendra. (RG.53)











